Ketua DPRD Kota Jogja FX. Wisnu Sabdono Putro menyatakan, momentum tersebut harus dijadikan titik tolak untuk melakukan transformasi nyata.
Baik itu dalam hal tata kelola kota. Hingga peningkatan pelayanan publik, penanganan kebersihan lingkungan, dan keberpihakan yang lebih kuat terhadap kesejahteraan rakyat kecil.
Wisnu mengatakan, tantangan Pemkot Jogja kedepannya semakin kompleks. Sehingga perayaan hari jadi tidak boleh hanya sekedar euforia. Namun harus diisi dengan langkah-langkah konkret yang dampaknya langsung dirasakan oleh warga kota.
"Harapan utama kami di DPRD adalah menjadikan momentum ini sebagai spirit, sehingga tema Lebih Cepat Lebih Dekat Maju Melesat bukan hanya sekedar narasi tetapi aksi nyata," ujar Wisnu.
Menurut Wisnu, penanganan sampah menjadi tantangan paling mendesak saat ini. Sebab, masalah sampah bukanlah sekadar urusan teknis. Namun lebih kepada membentuk kesadaran kolektif masyarakat dan keseriusan pemerintah.
“Peringatan HUT ke-269 ini adalah momentum untuk menegaskan bahwa Jogja bertransformasi menuju kota tertib dan nyaman,” tegasnya.
Di lingkungan internal DPRD Kota Jogja, Wisnu pun memastikan komitmen bahwa seluruh anggota legislatif akan terus mendukung dan mengawal program-program pemkot. Sehingga setiap kebijakan pemerintah dampaknya bisa dirasakan masyarakat.
Sederhananya, HUT ke-269 Kota Jogja diharapkan menjadi momentum kebangkitan yang ditandai dengan kolaborasi sinergis antara legislatif eksekutif untuk mencapai satu tujuan tunggal. Yakni mewujudkan Jogja sebagai kota yang semakin nyaman, berbudaya, bersih, dan mensejahterakan seluruh warganya.
“Prioritas kami adalah memastikan masyarakat mendapatkan perhatian pemerintah,” tegas Wisnu.
Ulang tahun Kota Jogja bukan sekadar selebrasi, melainkan momen refleksi untuk memperkuat komitmen terhadap pendidikan, kebersihan, pelestarian budaya, serta kenyamanan warga dan wisatawan. Harapannya, Jogja akan terus menjadi kota istimewa, bukan hanya dalam nama, tapi juga dalam tindakan nyata. (inu/mg/pra)