Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

HUT ke-269 Kota Jogja, Warga Titip Harapan Lebih Bersih, Aman, dan Berbudaya

Iwan Nurwanto • Selasa, 7 Oktober 2025 | 16:10 WIB
Logo HUT Kota Jogja
Logo HUT Kota Jogja

Pada Selasa (7/10) ini Kota Jogja tepat berusia ke-269. Berbagai harapan tulus disampaikan oleh warganya. Mulai dari isu lingkungan, pendidikan, keamanan, hingga pariwisata, semua menjadi bagian dari mimpi bersama untuk mewujudkan Jogja yang bersih, nyaman, dan tetap istimewa di hati masyarakat.


Erno Wahyono, warga Kampung Pugeran, Mantrijeron, menyoroti persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi masalah pelik di Kota Jogja. Ia menilai, selain masih minimnya kesadaran masyarakat, perlu adanya keterlibatan lebih aktif dari pemerintah dalam mengajak warga menangani persoalan ini secara bersama-sama. “Saya berharap masalah sampah ini bisa segera tuntas, sehingga Jogja menjadi kota yang bersih dan nyaman,” ujarnya, Minggu (5/10/).


Menurutnya, program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) perlu dikawal dengan serius agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi lingkungan. Tak hanya lingkungan, Erno juga berharap agar sistem pendidikan di Kota Jogja bisa kembali menanamkan nilai-nilai moral dan karakter.


Ia menyoroti fokus terhadap prestasi akademik kerap mengabaikan pendidikan moral, yang justru sangat penting untuk mencegah kenakalan remaja seperti klitih dan kejahatan jalanan. “Saya berharap pendidikan moral seperti PMP bisa dihidupkan kembali. Anak-anak sekarang sangat rentan, perlu dibekali nilai-nilai Pancasila dan etika,” tambahnya.


Hal senada disampaikan Suyono, petugas keamanan di Universitas Sanata Dharma. Ia berharap Jogja tetap menjadi kota pendidikan yang mendidik tidak hanya secara akademik, tapi juga membentuk karakter generasi muda. “Sebagai kota pendidikan, Jogja juga harus bisa mendidik masyarakat Indonesia. Banyak yang datang ke sini untuk belajar, semoga bisa terus seperti itu,” ujarnya.


Masalah keamanan juga menjadi sorotan warga. Mereka mengapresiasi berkurangnya kasus kejahatan jalanan, namun berharap upaya pencegahan tetap dilakukan secara berkelanjutan. “Jogja harus tetap aman dan tentram seperti dulu. Kita tidak ingin klitih dan kerusuhan muncul lagi,” kata Erno.


Mohadi, pengemudi ojek online, menambahkan harapannya agar Kota Jogja lebih aman dari segala bentuk kerusuhan yang pernah terjadi. “Harapannya semoga Jogja lebih aman dari kerusuhan seperti demo kemarin,” ujarnya.


Begitu pula pengemudi ojol lainnya Ridwan, berharap agar Jogja ke depan semakin memperhatikan tata kota dan pengelolaan sampah. Menurutnya, hal ini penting demi kenyamanan wisatawan yang datang berkunjung. “Semoga Jogja bisa lebih maju, tata kota lebih rapi, dan pariwisata dibenahi agar wisatawan merasa nyaman,” katanya.


Petugas kebersihan halte Transjogja Zaki, juga menyuarakan hal serupa. Selain berharap pengelolaan sampah diperbaiki, ia juga menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap para buruh. “Semoga pemerintah lebih memperhatikan nasib buruh dan penataan sampah diperbaiki. Termasuk kendaraan umum juga ditata lebih baik,” ujarnya.

Jogja dikenal sebagai kota wisata dan budaya. Harapan agar sektor ini terus berkembang juga datang dari warga. Mohadi berharap objek-objek wisata lebih ditingkatkan agar menarik minat wisatawan.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan 300 Kios di Pasar Wonogiri

“Jogja punya banyak daya tarik. Kalau pariwisata meningkat, otomatis ekonomi warga juga ikut tumbuh,” jelasnya.


Warga Ngampilan Suyono menambahkan bahwa budaya Jogja harus terus dijaga sebagai identitas utama kota ini. “Sebagai Kota Budaya, Jogja harus terus melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Karena budaya yang baik akan melahirkan masyarakat yang baik pula,” tegasnya.

Editor : Heru Pratomo
#Mantrijeron #Mas JOS #berbudaya #kebersihan #Aman #HUT kota Jogja #pugeran