JOGJA - Momentum HUT Kota Jogja ke-269 menjadi komitmen pemerintah kota (pemkot) untuk menggenjot digitalisasi parkir. Pada Senin (6/10/2025) sebanyak 100 titik parkir diperluas menggunakan metode pembayaran digital.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, dengan penambahan tersebut kini sudah ada 110 titik parkir digital di Kota Jogja. Metode pembayarannya menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Hasto menegaskan, pemkot akan terus menambah jumlah titik parkir digital. Bahkan di akhir tahun mendatang ditarget titik parkir yang menggunakan pembayaran QRIS bisa menyentuh 350 titik.
Adapun Kota Jogja memiliki 738 titik parkir tepi jalan umum. Hasto berkomitmen mewujudkan seluruh titik parkir tersebut bisa menerapkan pembayaran secara digital agar lebih mempermudah masyarakat.
“Kota Jogja harus bisa menjadi contoh untuk urusan parkir digital, pertengahan tahun depan kami berharap bisa 100 persen,” ujar Hasto disela launching perluasan titik parkir digital yang diselenggarakan di Bank Indonesia, Senin (6/10/2025).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja Agus Arif Nugroho menambahkan, digitalisasi perparkiran merupakan salah satu upaya dari pemkot untuk meminimalisir keluhan dari masyarakat. Contohnya seperti kasus nuthuk hingga kesulitan pembayaran retribusi parkir.
Arif menyebut, lewat pembayaran parkir dengan metode QRIS tentu akan membawa manfaat bagi masyarakat maupun pemerintah. Sebab masyarakat akan lebih dipermudah. Sementara dari sisi penerimaan pendapatan daerah juga akan lebih transparan.
Penambahan 100 titik parkir digital tersebut juga difokuskan pada kawasan penyangga Malioboro. Misalnya seperti Jalan Mataram, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan KH. Ahmad Dahlan, hingga Jalan Brigjen Katamso.
“Kami berharap masyarakat, pemerintah, maupun juru parkir bersiap melakukan digitalisasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY yang baru yaitu Sri Darmadi Sudibyo menyampaikan, pihaknya mendukung penuh program perluasan digitalisasi parkir tersebut. Sebab akan mendukung ekosistem perekonomian digital di Kota Jogja.
Dari sisi perbankan, Sudibyo menilai, dampak pembayaran digital juga dirasakan oleh Bank Indonesia. Lantaran pencetakan uang kertas yang tidak jarang memberitahukan anggaran cukup besar bisa diminimalisasi.
“Melalui digitalisasi penggunaan QRIS harapannya juga memberi dukungan terhadap Jogja sebagai smart city," tuturnya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin