Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bidan Layani Daur Hidup Manusia, Pemkot Jogja Launching Satu Kampung Satu Bidan

Iwan Nurwanto • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 14:35 WIB

 

RESMI: Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat melaunching program satu bidan satu kampung di Ruang Bima Balai Kota Timoho, Jumat (3/10/2025).
RESMI: Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat melaunching program satu bidan satu kampung di Ruang Bima Balai Kota Timoho, Jumat (3/10/2025).

JOGJA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mulai menjalankan program satu kampung satu bidan, Jumat (3/10/2025).

Sebanyak 45 bidan terlibat dalam program untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat ini.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, sebanyak 45 bidan terlibat. Tiap satu bidan memiliki tanggung jawab memantau kondisi kesehatan masyarakat pada masing-masing kelurahan.

 Baca Juga: Rektor UII dan Busyro Muqqodas Ajukan Penangguhan Penahanan M Fakhrurrozi atau Paul, 'Aktivis Bukan Musuh Negara'

Hasto menegaskan, para bidan yang secara resmi direkrut oleh Pemkot Jogja itu memiliki lima fokus intervensi utama.

Meliputi penyakit menular seperti TBC dan HIV. Serta penyakit tidak menular seperti pencegahan stunting, kesehatan lansia, dan kesehatan jiwa.

“Mereka (para bidan) akan mengawal daur hidup manusia, memastikan kualitas hidup warga,” ujar Hasto di sela launching program Satu Kampung Satu Bidan di Ruang Bima Balai Kota Timoho.

 Baca Juga: Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk Melewati Masa Golden Time, Kini Alat Berat Diterjunkan Proses Evakuasi

Bupati Kulon Progo 2011-2019 itu menilai, kehadiran satu bidan di satu kampung penting karena kesehatan masyarakat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia.

Sehingga pelayanan kesehatan harus diberikan secara optimal dan bebas biaya.

Hasto pun mengungkap, hampir 1.169 warga Kota Jogja masuk kategori lansia.

Oleh karena itu, para bidan akan didorong untuk menjangkau para lansia agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Banyak lansia jompo tinggal di gang-gang sempit, jadi ya harus didatangi secara door to door,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Emma Rahmi Aryani menambahkan, program satu kampung satu bidan juga terintegrasi dengan aplikasi Jogja Sehat.

Sehingga pencatatan, pelaporan, dan koordinasi lintas sektoral lebih efektif.

 Baca Juga: Kapal Sumud Flotilla Dicegat Israel, Ribuan dari Belahan Negara Turun Melakukan Aksi Protes

Lewat aplikasi tersebut, kata Emma, juga memudahkan tenaga kesehatan untuk melakukan pendataan hingga pendampingan.

Sehingga harapannya pelayanan pemerintah di bidang kesehatan bisa lebih merata dan responsif.

“Ini juga menandai komitmen pemkot pada layanan kesehatan berbasis teknologi untuk visi pembangunan manusia yang sehat, produktif, dan sejahtera,” terangnya.

 Baca Juga: Semarak Peringati Hari Batik Nasional, Pemkab Kulon Progo Ajak Pelajar hingga Mahasiswa Perguruan Tinggi Belajar Membatik

Sementara itu, salah satu bidan yang bertugas di Kelurahan Klitren Arnika Julia Fergin berkomitmen untuk melayani masyarakat.

Baik itu membantu ibu hamil, balita, hingga lansia agar mendapatkan kualitas kesehatan yang lebih baik.

“Program ini menjadi kesempatan kami untuk memberi pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” katanya. (*/inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#satu kampung #daur hidup manusia #Satu Bidan #Pemkot Jogja