JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya aktivitas siklon Bualoi. Kondisi tersebut diprediksi dapat berpengaruh terhadap tinggi gelombang laut di perairan Yogyakarta.
“Tinggi gelombang bisa mencapai 2,5 hingga 4 meter,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Warjono dalam pesan singkatnya, Jumat (26/9/2025).
Warjono menjelaskan, siklon Bualoi terdeteksi di perairan timur Filipina. Namun dampaknya bisa dirasakan hingga wilayah perairan Yogyakarta. Yakni meningkatkan kecepatan angin permukaan dan gelombang laut.
Oleh karena itu, dia meminta agar masyarakat dan wisatawan di pesisir selatan Yogyakarta untuk mewaspadai potensi bencana. Khususnya kecelakaan air yang diakibatkan oleh gelombang tinggi.
Warjono pun berpesan, agar masyarakat dan pemerintah daerah terus memperbaharui informasi cuaca terkini dan mulai berkordinasi dengan pihak terkait kebencanaan. Sebab gelombang tinggi diprediksi akan terus terjadi hingga akhir pekan mendatang.
Selain itu, berdasarkan hasil analisa atmosfer terkini suhu muka laut dalam skala harian maupun mingguan terpantau berkisar antara 28 hingga 30 derajat celcius. Sehingga dapat meningkatkan potensi hujan yang disertai angin kencang.
“Kondisi tersebut mendukung peningkatan suplai uap air ke atmosfer, yang berkontribusi terhadap pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY,” jelas Warjono.
Sementara di Kota Jogja, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nur Hidayat mengaku sudah mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi selama pancaroba. Sehingga selama periode bulan September hingga November mendatang pihaknya akan siaga.
Nur menyebut, berdasarkan hasil pendataannya ada 12.500 kepala keluarga yang tinggal di daerah rawan bencana atau bantaran sungai. Sehingga upaya mitigasi diperkuat guna mengantisipasi timbulnya korban jiwa.
Baca Juga: Masalah Sampah di Kota Jogja Tidak Kunjung Selesai, PHRI DIY Khawatir Ganggu Wisatawan Mancanegara
“Insya allah semua sudah siap, 69 KTB juga sudah kami bina untuk langkah-langkah mitigasi,” jelasnya belum lama ini. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin