JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja bakal menerapkan uji coba Malioboro sebagai kawasan full pedestrian di tanggal 7 Oktober 2025. Pemilihan tanggal tersebut bertepatan dengan HUT Kota Jogja ke-269.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, kebijakan tersebut menjadi bentuk uji coba kawasan Malioboro bebas kendaraan. Pemberlakuan full pedestrian berlangsung selama 24 jam penuh.
“Tetapi kami tidak ingin membuat atraksi heboh (di Malioboro), namun lebih kepada lomba-lomba layanan publik,” ujar Hasto saat ditemui di Lempuyangan, Kamis (25/9/2025).
Sebagaimana diketahui, wacana Malioboro sebagai kawasan full pedestrian sejatinya sudah lama bergulir. Namun selalu gagal diwujudkan termasuk pada tahun ini.
Pemkot Jogja diketahui banyak mengalami kendala untuk mewujudkan hal tersebut. Salah satunya kehadiran sirip-sirip yang kerap menjadi akses kendaraan bermotor untuk menuju kawasan jalan Malioboro.
Hasto menyebut, jika sirip-sirip ditutup maka harus ada pembebasan lahan. Sebab kondisi jalan di sirip-sirip tergolong sangat sempit dan tidak ada akses putar balik bagi kendaraan roda empat jika ditutup.
Mantan Bupati Kulonprogo itu menegaskan, di momen HUT Kota Jogja pemkot memang tidak akan menggelar kegiatan yang bersifat euforia. Itu untuk menindaklanjuti arahan pemerintah pusat perihal efisiensi anggaran.
Alih-alih menggelar perayaan, Hasto cenderung akan meminta inovasi pada tiap-tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada momen HUT ke-269 Kota Jogja. Sehingga ada semangat perubahan yang dibawa oleh Pemkot Jogja.
“Saya tagih masing-masing OPD perubahan apa yang dilakukan di hari jadi,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan menerangkan, jika penerapan Malioboro full pedestrian di tanggal 7 Oktober 2025 berhasil. Maka tidak menutup kemungkinan diterapkan secara rutin.
Misalnya, Malioboro full pedestrian bisa diterapkan setiap satu bulan sekali. Lalu secara bertahap akan ditingkatkan menjadi satu pekan sekali atau lebih sering jika memang memungkinkan.
“Jika berhasil konsep ini akan diterapkan secara rutin setiap bulan, bahkan bisa berlanjut mingguan,” jelas Wawan. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin