JOGJA - Kondisi Depo Mandala Krida semakin parah. Gunungan sampah yang tidak mampu tertampung di dalam kandang depo sudah membeludak hingga bahu jalan Selasa (23/9).
Pantauan Radar Jogja, tumpukan sampah yang membeludak dari Depo Mandala Krida sudah ditutup terpal. Namun upaya tersebut tidak dapat membendung bau busuk yang timbul dari tumpukan sampah.
Hal itu yang dirasakan oleh Purwanto, pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas di depan depo. Warga Kota Jogja ini mengaku cukup terganggu dengan kondisi depo yang membeludak.
Sebab, hampir setiap hari dia melewati depo Mandala Krida untuk menuju tempat kerjanya. Sehingga dia berharap agar segera ada pengangkutan sampah.
“Minimal sampah yang berada di badan jalan, supaya tidak mengganggu,” ujar Purwanto Selasa (23/9).
Salah satu pedagang angkringan sekitar Stadion Mandala Krida Painem pun menaruh harapan sama. Sebab kondisi depo yang masih membeludak membuat pembeli tidak nyaman.
Oleh karena itu, dia berharap agar ada tindakan segera dari pemerintah untuk membersihkan depo. Terlebih menjelang musim penghujan.
“Kalau hujan masih membeludak pasti baunya sangat menyengat,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Ahmad Haryoko mengaku, pihaknya sudah rutin melakukan pengangkutan sampah. Hanya memang belum signifikan mengurangi gunungan sampah.
Haryoko mengungkap, dalam sehari DLH Kota Jogja mengerahkan dua truk sampah dengan total kapasitas 10 ton. Namun sayangnya tumpukan sampah di Depo Mandala Krida mencapai sekitar 1.000 ton.
“Setiap hari dua truk secara rutin, tapi memang belum bisa optimal mengurangi,” tuturnya.
Sebelumnya, Wali Kota Jogja berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan sampah. Minimal bisa membersihkan membeludaknya sampah di luar depo. “Sampah yang tidak tertutup diambil dan jangan sampai musim hujan ada sampah di luar,” ucap Hasto. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita