Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Janji Tidak Ada Tumpukan di Depo, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo Upayakan Berbagai Cara Tangani Sampah

Zakki Mubarok • Selasa, 23 September 2025 | 03:12 WIB

Photo
Photo
JOGJA - Kondisi sejumlah depo sampah di Kota Jogja masih membeludak.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo memastikan komitmennya untuk mengatasi fenomena tersebut sebelum memasuki musim penghujan.

“Saya targetnya harus bersih tidak ada di luar depo. Sampah yang tidak tertutup diambil aja dan jangan sampai musim hujan ada sampah diluar,” tegas Hasto saat ditemui di Balai Kota Jogja, Senin (22/9/2025).

Mantan Bupati Kulonprogo dua periode itu menyatakan, sampai saat ini masih ada empat depo yang kondisinya masih membeludak.

Yakni Depo Mandala Krida; Depo RRI; Depo Argolubang; dan Depo Pengok.

Hasto memastikan, upaya pengurangan sampah di depo tersebut akan terus dilakukan.

Toh, Kota Jogja juga sudah mendapatkan kuota lebih banyak untuk pembuangan ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Piyungan. Yakni 90 ton per hari.

Guna meminimalisasi timbulan sampah, kata Hasto, pemkot juga akan memaksimalkan unit pengolahan sampah (UPS).

Dari semula kuota pengolahan sebesar 190 ton menjadi 300 ton per hari. Upaya lain adalah mengoperasikan dua unit pupuk organik (UPO) untuk mengolah sampah organik.

Yakni di Tegalrejo dan kompleks Pasar Aneka Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY).

“Tiga hari terakhir ini sudah mulai diolah sampah organik,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Rajwan Taufiq menegaskan, penanganan persoalan sampah menjadi prioritas.

Baca Juga: Giliran Kades Salamkanci Dwi Joko Susanto Jadi Tersangka Korupsi Proyek Air Bersih, Rugikan Negara Rp 488 Juta

Sehingga, berbagai program untuk mengurangi pembuangan ke depo terus dilakukan.

Salah satu yang digencarkan adalah emberisasi untuk mengolah sampah organik.

Bentuk kegiatannya berupa limbah dapur yang dihasilkan masyarakat dikumpulkan lalu dikerjasamakan dengan off taker.

Rajwan mengungkap bahwa sampai saat ini ada tiga off taker yang bersedia menampung timbulan sampah organik basah dari Kota Jogja.

Mereka merupakan peternak kambing, babi, hingga pembudidaya ikan.

“Tiga off taker bisa satu ton sekali angkut,” bebernya.

Lilik Pujiyanto, salah satu pedagang di depan Mandala Krida menilai, bau depo selalu menyengat ketika musim hujan. Terlebih jika kondisinya membeludak.

Lilik berharap, permasalahan sampah bisa segera tertangani agar tidak menimbulkan gejolak lebih besar.

Minimal Depo Mandala Krida bisa ditutup menggunakan terpal agar tidak terlihat penumpukan sampahnya.

“Harapannya segera diatasi saja, seperti janji Pak Hasto,” tegasnya. (inu/zam)

Editor : Herpri Kartun
#Emberisasi #Depo Argolubang #Mandala Krida #Lilik Pujiyanto #unit pengolahan sampah #hasto wardoyo #Depo Mandala Krida #ups #DEPO #Depo RRI #Musim penghujan #Depo Pengok #Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Piyungan #off taker #Sampah #Balai Kota Jogjakarta #Balai Kota Jogja #Jogjakarta #mandala krida yogyakarta #Jogja #Mantan Bupati Kulonprogo