Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Talent Pool dan Pola Perekrutan Pejabat Pemda di DIY, Lebih Hemat dan Efisien, Pacu ASN Tingkatkan Kompetensi

Cintia Yuliani • Senin, 22 September 2025 | 13:30 WIB

Isa Budi Hartomo  Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bantul
Isa Budi Hartomo Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bantul
 

RADAR JOGJA - Pemprov DIY kini membentuk talent pool sebagai basis data Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dianggap potensial untuk mengisi jabatan tertentu. Pola rekrutmen pegawai untuk mengisi jabatan yang kosong nanti diupayakan diubah dari metode seleksi terbuka menjadi konsep talent pool. Bagaimana dengan pemkot dan pemkab se-DIY,  dan apa pendapat pengamat pemerintahan melihat sistem ini?

 Baca Juga: Setelah Aturan Bupati Berlaku, Sudah Ada ASN di Bantul yang Membuat Biopori

Talent pool merupakan sekumpulan data karyawan atau calon karyawan yang memiliki bakat dan potensi tinggi untuk direkrut atau mendapatkan jenjang karir dalam sebuah instansi.  Tahun ini, Pemkab Bantul akan menerapkan talent pool digital. Saat ini persiapannya baru sampai tahap pra ekspos kedua.

Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bantul Isa Budi hartomo menyebut, sistem ini mulai dibangun sejak tahun lalu. Menurutnya, talent pool merupakan sistem untuk mengelola ASN sesuai kompetensi dan kinerjanya.

Kebijakan pembuatan sistem talent pool digital ini dipilih karena lebih efektif dan efisien dibandingkan sistem talent pool manual yang digunakan sebelumnya oleh Pemkab Bantul. Menurutnya, talent pool digital mampu meminimalisasi kecurigaan publik terkait penilaian ASN dan dinilai lebih efektif serta efisien.

Walaupun, talent pool ini efektif dan efisien, ia mengakui masih ada peluang kecurangan atau subjektivitas dalam pengisian data. Namun hal itu dinilai kecil. “Sebenarnya ada peluang kecurangan tetapi tidak dominan. Dan lama-lama mudah terdeteksi,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya Jumat (19/9).

Ia mengatakan sistem talent pool yang dibuat oleh Bantul sudah mencapai 80 persen lebih. “Kemarin dikurasi sama Menpan (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi, Red) lebih dari 80 persen sudah bisa digunakan, datanya disebut komplet,” tuturnya.

Data minor yang belum masuk hanya terkait aspek kesejahteraan. Sementara data utama berupa kompetensi dan kinerja sudah siap dijadikan pondasi. Ia menambahkan, sistem talent pool yang dibuat harus terintegrasi dengan aplikasi milik BKN.

“Jadi kemarin salah satu orang ekspos saya, ditanya aplikasi yang dibangun itu bisa terhubung dengan aplikasi yang dibangun Badan Kepegawaian Negara (BKN) tidak. Ternyata sudah bisa,” jelasnya.

 

Artinya sistem talent pool milik Bantul yang dinamakan Sobat Karir sudah bisa terhubung dengan sistem informasi manajemen talenta (Simata) milik BKN. Isa pun membandingkan talent pool digital dan manual.

Jika manual butuh rapat berkali-kali hanya untuk mencari kandidat, kini cukup sekali rapat. “Sebetulnya talent pool digital itu hemat dan bisa menghemat APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah, Red),” katanya.

Namun ia tidak menutup mata terhadap kelemahan sistem. Salah satunya adalah soal data yang harus selalu diperbarui secara reguler. Jika tidak, bisa merugikan ASN yang seharusnya berhak promosi. Selain itu, ada ancaman keamanan data.

“Sepandai-pandai kami menggunakan ISO keamanan data, hacker lebih pandai. Jadi ada kemungkinan di-hack,” ujarnya.

Harapannya, talent pool digital dapat memacu setiap ASN untuk meningkatkan kompetensinya. Dengan begitu, individu tidak hanya berkontribusi bagi organisasi, tetapi juga merasakan manfaat bagi karier pribadinya.

Sementara itu, Sekretaris BKPSDM Bantul Triyanto menambahkan, talent pool berfungsi untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan mempertahankan pegawai yang memiliki potensi serta kinerja terbaik. “Tujuannya untuk mengisi posisi-posisi strategis dalam birokrasi,” ungkapnya. (cin/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#kompetensi #Pemprov DIY #kecurangan #Aparatur Sipil Negara (ASN) #badan kepegawaian negara #talent pool #jabatan #basis data #subjektivitas #Bantul #Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) #ASN