JOGJA - Uji coba operasional bus listrik Pemprov DIJ yang ditarget selama satu tahun, hampir rampung. Setelah beroperasi di dua trayek, mulai September ini bus itu digeser lagi di trayek terakhir yakni Terminal Jombor-Malioboro.
"Setelah rute Ngabean-Malioboro, kini diperbarui untuk menjangkau Terminal Jombor melalui Jalan Magelang," ujar Kepala Dishub DIJ Chrestina Erni Widyastuti saat dikonfirmasi, Minggu (21/9).
Selama uji coba, jam operasional bus listrik ditetapkan mulai pukul 08.00 hingga 16.00. Masyarakat tetap bisa mengakses layanan tersebut secara gratis selama uji coba selesai.
"Penumpang hanya perlu melakukan tap kartu elektronik atau kartu langganan TransJogja saat naik," ucapnya.
Penyesuaian ini merupakan langkah untuk mengoptimalkan layanan bus listrik agar dapat menjangkau lebih banyak area strategis. Selain itu, juga mendorong penggunaan transportasi publik yang ramah lingkungan. "Pengisian daya tetap di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) Adisutjipto," paparnya.
Kepala Bidang Angkutan Dishub DIJ Wulan Sapto Nugroho menambahkan penggeseran rute operasional bus listrik tersebut telah sesuai dengan kajian awal di tiga rute uji coba. Pertama di bulan Januari rute dua bus listrik tersebut mulai Bandara Adisutjipto-Malioboro, selang sekitar tiga bulan geser ke Terminal Ngabean-Malioboro dan terakhir yakni Terminal Jombor-Malioboro.
"Semuanya tetap melalui sumbu filosofis, ini pergeseran terkahir dalam masa uji coba sampai akhir tahun nanti," ujarnya.
Setelah uju coba terakhir selesai, dishub akan segera melakukan evaluasi menyeluruh sebelum transportasi tersebut beroperasi secara umum. Saat ini, pihaknya masih fokus pada pengenalan pada masyarakat adanya transportasi listrik baru itu. "Jarak dibandingkan dua trayek uji coba sebelumnya hampir sama, cuma berbedah arah namun tujuan tetap Malioboro," paparnya.
Menurutnya, antusiasme masyarakat dalam mengakses layanan tersebut relatif tinggi. Namun masih perlu ditingkatkan perihal publikasinya. Setelah masa uji coba selesai, kemungkinan layanan transportasi bus listrik tidak gratis lagi. "Nanti kami evaluasi terkait tarifnya juga," jelasnya. (oso/pra)