Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BPBD Kota Jogja Catat Puluhan Ribu Jiwa Tinggal di Kawasan Rawan, Waspadai Bencana Banjir

Zakki Mubarok • Jumat, 19 September 2025 | 02:57 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja Nur Hidayat saat ditemui di Balai Kota Jogja, Kamis (18/9/2025).
Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja Nur Hidayat saat ditemui di Balai Kota Jogja, Kamis (18/9/2025).

JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja mencatat 12.500 kepala keluarga (KK) tinggal di kawasan rawan bencana. Persisnya bencana banjir. Lantaran mereka tinggal di bantaran sungai.


Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja Nur Hidayat mengatakan, belasan ribu KK itu tersebar di 125 RW pada 13 kemantren. Kecuali Kemantren Kraton.


”Sehingga, diperlukan upaya mitigasi bencana,” kata Nur saat ditemui di Balaikota, Kamis (18/9).


Nur mengingatkan, upaya mitigasi sangat penting. Sebab, BPBD telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 100.3.4.4/1155 tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Potenci Cuaca Ekstrem. Dalam SE itu disebutkan curah hujan selama bulan September hingga November cukup tinggi.


”Ada peningkatan curah hujan selama masa peralihan musim dari kemarau ke penghujan,” ucapnya.


Di antara langkah mitigasi bencana, Nur menyebut, antara lain, memastikan kesiapan personel Kampung Tangguh Bencana (KTB). Sekaligus kesiapan jalur evakuasi. Berdasar data BPBD, ada 69 KTB di Kota Jogja. BPBD telah memberikan pelatihan dan pembinaan terkait langkah-langkah mitigasi.


”Insyaallah semua sudah siap,” ujarnya.


Selain memastikan kesiapan KTB, kata Nur, BPBD juga meminta masyarakat melakukan langkah mitigasi. Caranya dengan membersihkan saluran air agar tidak terjadi banjir dan genangan. Juga, memangkas ranting pohon yang rawan tumbang di sekitar rumah.


”Lalu, memastikan atap rumah dan bangunan dalam kondisi kuat untuk menghadapi hujan lebat dan angin kencang,” tuturnya.


Dalam kesempatan itu, Nur juga menyinggung bahwa BPBD memiliki 26 early warning system (EWS) banjir. Alat deteksi dini tersebut akan memberi peringatan kepada masyarakat jika terjadi luapan sungai.


”Potensi banjir harus diwaspadai. Khususnya di daerah aliran sungai,” ingatnya.


Ketua KTB Tegalgendu Istiawan mengamini bahwa keberadaan EWS di Sungai Gajah Wong cukup membantu. Keberadaannya bisa meminimalisasi jatuhnya korban jiwa.


”Ketika EWS berbunyi bisa segera dilakukan evakuasi,” katanya. (inu/zam)

Editor : Herpri Kartun
#early warning system (EWS) #KTB #kampung tangguh bencana #bencana banjir #BPBD Kota Jogja #Kemantren Kraton #Sungai Gajah Wong #kepala keluarga