JOGJA – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Palang Merah Indonesia (PMI), PMI Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Upacara Ziarah Rombongan di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara, Rabu (17/9/2025). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan PMI dari seluruh tingkatan, mulai dari pengurus hingga siswa anggota PMR (Palang Merah Remaja).
Upacara berlangsung dengan khidmat meskipun di bawah terik matahari. Ketua PMI DIY, GBPH H. Prabukusumo, turut hadir dan memimpin langsung prosesi tabur bunga di 14 makam pahlawan PMI.
“Tabur bunga ini sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa para pahlawan yang telah berkontribusi besar dalam sejarah perjalanan PMI,” ujarnya.
Setelah ziarah di TMP Kusumanegara, rombongan dijadwalkan melanjutkan kegiatan ke Makam Imogiri dan Makam Girigondo, sebagai bagian dari rangkaian ziarah untuk mengenang para tokoh PMI yang telah wafat.
PMI, Warisan Kemanusiaan Sejak 1945
PMI pertama kali didirikan pada 3 September 1945 oleh Menteri Kesehatan Dr. Boentaran Martoatmodjo atas perintah Presiden Soekarno. Lalu pada 17 September 1945, PMI resmi disahkan dengan M. Hatta sebagai ketua pertama. Tak lama berselang, PMI cabang Yogyakarta didirikan pada 29 September 1945, menjadikannya salah satu cabang tertua di Indonesia.
Dalam kesempatan wawancara, Gusti Prabu menyampaikan harapannya agar generasi muda terus menanamkan semangat kemanusiaan sejak dini.
“Melalui pembinaan PMR di sekolah-sekolah, generasi muda harus dibekali pemikiran, niat, dan hati yang mulia. Itulah kunci utama dalam menjalankan misi PMI,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Pelaksana kegiatan, Irjen Pol (Purn) R.M. Haka Astana. “Kita diajak untuk menebar dan menularkan kebaikan kepada masyarakat, sesuai dengan tugas-tugas kemanusiaan PMI,” ujarnya.
PMR: Menumbuhkan Rasa Kemanusiaan Sejak Dini
Tak hanya dihadiri petinggi PMI, kegiatan ini juga melibatkan siswa-siswi SD dan SMP yang tergabung dalam PMR. Mereka merupakan hasil seleksi di masing-masing sekolah, sebagai bagian dari pembinaan kader muda PMI DIY.
Salah satunya adalah Faris Alfarizi, siswa SMP Negeri 16 Yogyakarta, yang mengungkapkan rasa bangganya menjadi bagian dari PMI.
“PMI jadi wadah yang mampu meningkatkan rasa kemanusiaan dan nasionalisme di kalangan anak muda. Saya banyak belajar hal baru, terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar PMI terus membuka ruang bagi anak-anak muda berbakat yang ingin terlibat dalam kegiatan sosial kemanusiaan.
“Saya memaknai ziarah ini sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan PMI yang dulu sudah menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan. Ini pengalaman yang sangat berarti,” tambahnya.
Puncak Acara di Jumpa Gembira dan Temu Karya PMI DIY
Sebagai puncak peringatan HUT PMI, pada 29 September 2025 mendatang akan digelar acara Jumpa Gembira dan Temu Karya PMI DIY di Perkemahan Jaka Garong, Turi, Sleman. Acara akan berlangsung selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 September 2025, dan diikuti lebih dari 500 orang, terdiri dari TSR (Tenaga Sukarela), KSR (Korps Sukarela), PMR, serta para peninjau.
Rangkaian kegiatan ini menunjukkan komitmen PMI DIY dalam melestarikan nilai-nilai kemanusiaan, membangun solidaritas lintas generasi, serta memperkuat peran generasi muda dalam misi sosial dan kebencanaan. (Maria Florida Namus, Oliviera Nawang Prastiwi)
Editor : Heru Pratomo