Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Protes Kegagalan Pemkot Jogja Kelola Sampah, Masyarakat Tagih Janji dengan Pasang Spanduk di Depo THR

Adib Lazwar Irkhami • Rabu, 17 September 2025 | 01:46 WIB
Pengguna jalan melintas di dekat spanduk bernada protes terhadap Pemkot Jogja yang dinilai gagal mengelola sampah di depo Jalan Brigjend Katamso, Kota Jogja, Selasa (16/9).
Pengguna jalan melintas di dekat spanduk bernada protes terhadap Pemkot Jogja yang dinilai gagal mengelola sampah di depo Jalan Brigjend Katamso, Kota Jogja, Selasa (16/9).

JOGJA - Pemkot Jogja dinilai gagal dalam mengelola sampah. Hal itu dibuktikan dengan terpasangnya spanduk protes di Depo THR yang berada di Jalan Brigjen Katamso.

Spanduk itu bertuliskan Masyarakat Jogja Nagih Janji. Terpasang di depan tumpukan sampah yang tengah membeludak. Selain itu juga dikibarkan benda seperti bendera putih yang kerap dianggap sebagai tanda menyerah.

Salah seorang petugas Depo THR Yanto Supriadi mengatakan, spanduk bernada protes itu dipasang oleh sejumlah orang kemarin (16/9) pagi. Menurutnya, pemasang spanduk mayoritas berbaju orange dan membawa gerobak.

Yanto mengungkap, massa yang datang ke depo hanya memasang spanduk protes. Serta tidak menyampaikan apapun kepada petugas depo.

Namun diduga pemasangan spanduk protes itu karena kondisi depo yang membeludak. Sekaligus bentuk tagih janji terkait penanganan sampah kepada pemerintah kota (pemkot).

“Mungkin karena kondisi depo yang selalu penuh, sebab sudah berlangsung selama sebulan lebih,” ujar Yanto saat ditemui di Depo THR.

Salah seorang pelaku usaha kuliner yang tidak jauh dari depo, Iday mengungkap kondisi depo yang membeludak berdampak pada penurunan omzet. Sebab, banyak pembeli yang terganggu dengan bau sampah.

Ia pun menyatakan, ada sebagian pelaku usaha yang terpaksa tutup karena kondisi tersebut. Sehingga dia berharap agar ada tindak lanjut dari pemerintah.

Yakni dengan pengosongan kembali depo. Lantaran ketika memasuki musim penghujan bau busuk dari depo akan semakin menyengat. "Biasanya jam makan siang itu penuh yang beli, tapi sekarang sepi. Ya, harapan kami segera dibersihkan," bebernya.

Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, membeludaknya depo-depo karena pemkot sudah tidak bisa leluasa membuang sampah ke TPST Piyungan. Lantaran kuota pembuangan kini dibatasi 600 ton per bulan.

Hasto mengaku, upaya mengatasi membeludaknya depo tengah dilakukan dengan meningkatkan kapasitas insinerator. Dari semula 190 ton menjadi 300 ton pembakaran sampah per hari.

"Saya punya momentum 7 Oktober (HUT Kota Jogja) untuk membuat depo bersih kembali. Meskipun tidak mudah," tandasnya. (inu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Spanduk #DEPO #Pemkot Jogja #Sampah #tagih janji #massa #TPST Piyungan