JOGJA - Kali pertama, jabatan definitif Sekretaris Provinsi (Sekprov) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diisi seorang perempuan.
Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Ni Made Dwipanti Indrayanti resmi dilantik menjadi Sekprov oleh Gubernur DIY Hamengku Buwono X di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Jogja, Selasa (16/9/2025).
"Ya (pelantikan ini) kan Baperjakat sing ngusulke, prosesnya melalui lelang (jabatan)," ujar HB X kepada wartawan pasca acara pelantikan.
Prediksi terpilihnya Ni Made sebagai Sekprov DIY telah diterbitkan sebanyak empat kali oleh Radar Jogja.
Pertama edisi Kamis 26 Juni 2025, Rabu 9 Juli 2025, Senin 15 September 2025, dan Selasa 16 September 2025.
Sekprov perempuan layak masuk menjadi catatan sejarah.
Sepanjang DIY dipimpin tiga orang kepala daerah mulai Sultan Hamengku Buwono (HB) IX (1950-1988), Paku Alam VIII (1988-1998) hingga HB X sekarang, baru kali ini jabatan pengganti Patih Danureja itu dijabat bukan oleh birokrat laki-laki.
Sejak HB X menjadi gubernur sejak 1998 lalu.
Sudah ada enam orang Sekprov definitif yang mendampingi.
Belum pernah ada birokrat perempuan.
Mereka adalah Bambang Susanto Priyohadi (2000- 2006), Tri Harjun Ismaji (2006- 2011), Ichsanuri (2011-2016), Gatot Saptadi (2017-2019), Kadarmanta Baskara Aji (2019- 2023) dan Beny Suharsono (2023-2025) dan kini diisi oleh Ni Made sebagai perempuan pertama.
Baca Juga: Pemerintah Berikan Bantuan JKK dan JKM untuk Pengemudi Ojol dengan Diskon Iuran BPJS 50 Persen
"Sekprov bukanlah sekadar jabatan administratif. Ia adalah poros pengendali yang menautkan visi Gubernur, dengan langkah operasional seluruh perangkat daerah," katanya.
HB X menilai jabatan Sekprov menjadi motor penggerak dan penjaga ritme roda pemerintahan berputar selaras.
Keberhasilan roda pemerintahan daerah salah satunya ditentukan oleh kualitas seorang sekprov.
"Peran itu menjadi kian krusial. Status keistimewaan DIY, bukan saja memberikan ruang otonomi khusus, tetapi juga menuntut tanggung jawab moral yang lebih besar."
"Meneguhkan nilai, menjaga warisan budaya, dan memastikan kemajuan yang tidak tercerabut dari akar," jelasnya.
Terpisah, Sekprov DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan rasa syukurnya diberi amanah baru.
Menurutnya, jabatan sekprov sangat luar biasa yang tugasnya juga berat.
Namun, ia yakin dengan kolaborasi dan sistem yang kuat akan berjalan dengan baik kedepannya.
"Instrumen-instrumen di Pemprov nanti kami kuatkan lagi, termasuk juga keberadaan asisten (asekprov) ini bagian yang penting," ujarnya.
Menurutnya, Asekprov adalah support sistem di lingkaran pemprov yang penting. Harapnnya, kontribusi asekprov kedepan lebih baik lagi.
Kontribusi tersebut semuanya untuk membangun DIY.
"Seperti masalah sampah di DIY prinsipnya kami sudah banyak kerjasama."
"Nanti coba kami ketemu khususnya dengan kota Jogja yang masih ada persoalan sampah," jelasnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin