Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tiga Hari ke Depan Gelombang Laut di Pantai Selatan DIY Bisa Capai Empat Meter

Agung Dwi Prakoso • Minggu, 14 September 2025 | 00:20 WIB
Ilustrasi gelombang tinggi di Laut Selatan.
Ilustrasi gelombang tinggi di Laut Selatan.

JOGJA - Masyarakat pesisir selatan DIJ diminta untuk waspada adanya potensi gelombang tinggi air laut selama tiga hari ke depan. Terhitung sejak 13-16 September. Dalam siaran resminya,Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Sabtu (13/9), memprediksi di rentang waktu tersebut gelombang air laut bisa mencapai 2,5-4,0 meter.

 

Bibit siklon 93S terpantau di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera. Kemudian di sebagian besar wilayah Jawa juga terdapat pola perlambatan kecepatan angin.


"Potensi ini memperbesar potensi hujan dengan intensitas ringan-sedang serta potensi peningkatan gelombang laut di wilayah perairan selatan DIJ," ujar Kepala Stasiun Meteorologi BMKG DIY Warjono, dalam keterangannya Jumat (12/9).

 

BeBaca Juga: Jenazah Nelayan Trenggalek Hilang Sejak 27 Agustus 2025, Ditemukan Mengapung di Perairan Pantai Baron Gunung Kidul

berapa wilayah yang berpotensi terjadi gelombang tinggi di antaranya Kulonprogo, Bantul dan Gunungkidul. Kondisi tersebut berisiko terhadap nelayan, khususnya keselamatan perahu saat berlayar. "Berisiko apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25," tuturnya.

 

Kapal Tongkang juga dapat berisiko terkena dampak apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. Kemudian risiko terhadap kapal Ferry apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.


“Masyarakat pesisir, nelayan, serta seluruh pihak yang beraktivitas di wilayah perairan untuk mewaspadai potensi gelombang laut tinggi periode ini,” ucap Warjono.

 

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIJ R Hery Sulistio Hermawan menghimbau agar para nelayan selalu melihat ramalan cuaca dari alat, stasiun meteorologi BMKG sebagai acuan. Untuk mengantispasi terjadinya kecelakaan laut yang bisa membahayakan para nelayan, mereka juga diingatkan untuk segera mengurus asuransi BPJS ketenagakerjaan. Sebab, asuransi tersebut bisa menopang biaya dalam hal kecelekaan kerja.

 

"Kalau ada apa-apa kan, ya risikonya paling tida bisa diminimalkan," ujarnya. (oso/pra)

 

Editor : Herpri Kartun
#dinas kelautan dan perikanan #DKP #Nelayan #BMKG DIY #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika