Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BPBD DIY Perbarui Peta Risiko Bencana, Kapanewon Imogiri Masuk dalam Peta Risiko Banjir

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 11 September 2025 | 03:16 WIB

Photo
Photo
JOGJA - Memasuki musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY melakukan pemetaan daerah rawan bencana hidrometeorologi.

Dari pemetaan itu diketahui peta kerawanan bencana hidrometeorologi terbagi menjadi beberapa kategori.

"Kami ada peta rawan longsor, peta rawan cuaca ekstrem, kemudian juga peta potensi banjir.

Itu akibat hidrometeorologi dan curah hujan yang cukup tinggi," ujar Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad saat dikonfirmasi, Rabu (10/9/2025).

Berdasarkan peta risiko bencana terbaru, wilayah Kapanewon Imogiri masuk dalam risiko bencana banjir. Dulu, salah satu kapanewon di Kabupaten Bantul ini tidak masuk dalam daftar.

Peta risiko bencana tanah longsor juga ada pergeseran. Menurutnya, tanah longsor dulu banyak terjadi di bagian utara.

Namun, belakangan kerap menimpa daerah Kapanewon Prambanan dan Kapanewon Kalasan.

”Peta di perbarui tahun 2024," bebernya.

Menurutnya, risiko wilayah di Kota Jogja relatif lebih konstan. Namun, Noviar mengimbau masyarakat tetap mewaspadai potensi banjir kiriman dari wilayah Sleman.

Terlebih saat hujan lebat melanda.

”Bisa menyebabkan meluapnya Kali Code dan Kali Gajah Wong. Ada potensi terhadap terjadinya banjir di sekitar sungai," jelasnya.

Saat hujan lebat, Noviar mengungkapkan, potensi bencana yang terjadi adalah longsor dan banjir. Kendati begitu, beberapa wilayah di DIY yang berpotensi banjir sulit untuk dipetakan.

Itu akibat perilaku warga yang membuang sampah sembarangan. Seperti di selokan dan sungai.

”Bisa menyebabkan timbulnya penyumbatan di selokan-selokan dan berakibat meluap ke jalan yang menyebabkan terjadinya banjir,” ingatnya.

Angin kencang, Noviar mengingatkan, juga harus diwaspadai. Sebab, bisa mengakibatkan pohon tumbang.

”Yang nanti bisa merusak infrastruktur seperti perumahan. Bisa juga ke fasilitas-fasilitas umum seperti tiang listrik dan telepon, ataupun misalnya jaringan-jaringan internet," tambahnya.

Editor : Herpri Kartun
#Noviar Rahmad #daerah rawan #kabupaten bantul #Kali Gajah Wong #selokan #selokan air #Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) #musim hujan #Cuaca Ekstrem #Banjir #Badan Penanggulangan Bencana Daerah #kali code #Kapanewon Kalasan #potensi banjir #DIY #bencana hidrometeorologi #Kapanewon Prambanan