Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada Tumpukan Sampah, Penjual Makanan di Depan Depo Mandala Krida Terpaksa Harus Rutin Menyemprotkan Pewangi

Zakki Mubarok • Rabu, 10 September 2025 | 03:36 WIB
PENGUNJUNG BIAR NYAMAN: Lilik Pujiyanto menyemprotkan pewangi di lapaknya yang terletak di depan Depo Mandala Krida, kemarin (9/9).
PENGUNJUNG BIAR NYAMAN: Lilik Pujiyanto menyemprotkan pewangi di lapaknya yang terletak di depan Depo Mandala Krida, kemarin (9/9).

JOGJA - Kegagalan Pemkot Jogja dalam menangani permasalahan sampah berimbas pada perekonomian warga. Lilik Pujiyanto, salah satunya. Pedagang kaki lima (PKL) yang lapaknya berada di depan Depo Mandala Krida, Kota Jogja, ini saban hari harus berhadapan dengan tumpukan sampah.


”Setiap menyiapkan pesanan yang terlihat gunungan sampah,” tutur Lilik saat ditemui di lapakanya, Selasa (9/9).


Kondisi Depo Mandala Krida kemarin memprihatinkan. Sampahnya membeludak hingga ke jalan. Itu diperparah dengan bau busuk menyengat.


Kendati begitu, Lilik secara pribadi tidak mempersoalkannya. Meski, tiap hari dia selalu menghadapi kondisi tersebut. Hanya, tidak sedikit pelanggannya yang merasa kurang nyaman.


Nah, Lilik terpaksa harus menyemprotkan pewangi dan menggantungkan pengharum ruangan di lapaknya. Agar para pelanggannya tidak terganggu bau busuk gunungan sampah.


”Kalau bau sampahnya timbul atau wanginya hilang saya semprot. Setiap hari kayak gitu,” ucapnya.


Pria yang nama usahanya Bakso & Mie Ayam Sak Madyo ini mengakui, membeludaknya sampah di depo memengaruhi omzetnya. Banyak pembeli yang enggan mampir ke lapaknya ketika melihat dan mencium bau busuk.


Suatu waktu, Lilik menceritakan, pernah ada pembeli berhenti di lapaknya. Namun, tiba-tiba pergi ketika melihat depo penuh tumpukan sampah.


Karena itu, Lilik berharap permasalahan sampah bisa segera tertangani. Agar tidak menimbulkan gejolak lebih besar. Minimal khusus untuk Depo Mandala Krida ditutup menggunakan terpal agar tidak terlihat tumpukan sampah. Juga dilakukan pengangkutan.


“Harapannya segera diatasi saja, seperti janji Pak Hasto,” harapnya.


Harapan yang sama juga diinginkan oleh Painem. Penjual angkringan di trotoar Stadion Mandala Krida itu juga mengeluhkan penurunan omzet imbas gunungan sampah. Penurunannya bahkan bisa mencapai 50 persen.


Painem menyebut, omzetnya sekitar Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu per hari. Namun, omzetnya belakangan anjlok gegara tumpukan sampah. Belakangan, Painem hanya mengantongi Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per hari.


Dia mengungkapkan, penumpukan sampah sebenarnya sudah terjadi sejak dua pekan terakhir. Namun, kondisinya makin parah setelah libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Penginnya segera diangkut saja. Soalnya kalau hujan baunya pasti lebih parah,” keluhnya. (inu/zam)

Editor : Herpri Kartun
#pedagang kaki lima (PKL) #Mandala Krida #bakso #PKL #Pemkot Jogja #Sampah #mie ayam #Maulid nabi muhammad SAW