SLEMAN - Biaya perawatan pasien pasca aksi massa di Markas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Mapolda DIY) yang dirawat di RSUP Dr Sardjito dilimpahkan ke Pemerintah Daerah (Pemda) Sleman. Pihak rumah sakit segera melakukan koordinasi untuk menyelesaikan urusan administrasi tersebut pekan ini.
"Untuk pembiayaan pasien selama perawatan di RS Sardjito, hasil koordinasi kami Pemprov DIY dan Pemkab Sleman diputuskan akan dibiayai melalui jaring pengaman sosial Pemkab Sleman," ujar Penjabat Sekretaris Provinsi Aria Nugrahadi melalui pesan singkat, Selasa (9/9/2025).
Kebijakan tersebut salah satunya karena tempat kejadian berada di wilayah Sleman, baik lokasi kejadian yakni di Mapolda DIY maupun lokasi RSUP Dr Sardjito yang masuk wilayah Sleman. Rencananya, seluruh pembiayaan pasien ditanggung oleh Pemkab Sleman
"Pembiayaan keseluruhan pasien yang dirawat di rumah sakit Sardjito tuntas pembiayaan nya di Pemkab Sleman," tegasnya.
Terpisah, Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan menyampaikan telah merencanakan pertemuan dengan pihak Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Sleman pada Rabu, (10/9/2025). Pertemuan tersebut akan membahas terkait besaran total biaya seluruh pasien pasa aksi massa yang dirawat di RSUP Dr Sardjito.
Total secara keseluruhan, terdapat 29 pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut. Satu merupakan anggota Polda DIY. Satu orang merupakan warga Purworejo dan 27 lainnya merupakan warga yang tinggal di DIY.
"Jadi ada 29, yang Purworejo itu sudah ada statement dari Pemkab Purworejo bahwa itu dijamin oleh Jamkesda Purworejo penuh, sedangkan satu personil Polda DIY dijamin asuransi pekerjaan," ujarnya.
Seluruh pasien yang dirawat saat ini sudah kebali ke rumah mereka masing-masing. Terakhir, enam pasien juga sudah dipulangkan, Minggu (7/9/2025). Selanjutnya, mereka diminta untuk kontrol ke pihak rumah sakit untuk memastikan perkembangan pemulihan.
"Kalau yang kemarin rawat inap pasti ada kontrol. Walaupun sekali, itu kami akan lihat kondisi medisnya," ucapnya.
Pihak rumah sakit telah merinci kisaran biaya perawatan total seluruh pasien yang telah dipuangkan. Rincian biaya tersebut kan disampaikan saat pertemuan di hari Rabu mendatang.
"Kalau rumah sakit Sardjito, sudah melakukan penghitungan-penghitungan biayanya itu dari sekian pasien habis berapa. Kalau Jamkesda Sleman atau Dinas Kesehatan Sleman itu kan, masalahnya dia juga menampung data tidak hanya dari Sardjito. Nah, itu mungkin baru konsolidasi data-data itu," jelasnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin