JOGJA - Pengungkapan kasus pelemparan bom molotov di Pos Polisi Pingit pada Kamis (4/9) dinilai lamban oleh Jogja Police Watch (JPW). Lembaga swadaya masyarakat itu mendorong agar kasus tersebut segera diselesaikan oleh aparat kepolisian.
Kadiv Humas JPW Baharuddin Kamba mengatakan, seharusnya polisi tidak membutuhkan waktu lama untuk mengungkap tindakan anarkis itu. Pun rekaman kamera pengawas juga sudah menampilkan wajah maupun kendaraan yang digunakan oleh pelaku pelemparan.
Kamba menuding, lambannya penanganan kasus oleh kepolisian dapat menimbulkan persepsi buruk bagi publik. Misalnya ada pemikiran dari masyarakat bahwa pelaku pelemparan Pos Polisi Pingit dan pos lainnya di Kabupaten Sleman merupakan oknum intel.
“Sebab seharusnya mudah dan tidak butuh waktu lama bagi pihak kepolisian untuk menangkap pelaku perusakan,” ujar Kamba dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Jogja Minggu (7/9).
Baca Juga: Mengenal Jamaludin Nur Ridho, Petani Milenial Sleman Yang Sukses Kembangkan Jamur Lingzhi
Sebagaimana diketahui, pelemparan bom molotov memang sempat membuat gempar. Sebab aksi tersebut tidak hanya terjadi di satu lokasi. Selain itu, juga terjadi pasca-demonstrasi penolakan kebijakan DPR dan kekerasan aparat yang dilaksanakan secara damai di Jogjakarta.
Berdasarkan catatan JPW ada lima pos polisi yang dirusak oleh orang tidak dikenal. Yakni Pos Polisi Pingit di Kota Jogja. Serta Pos Polisi Monjali, Pos Polisi Kronggahan, Pos Polisi Denggung, dan Pospolantas Pelem Gurih di Sleman.
Dikonfirmasi terpisah, Kasi Humas Polresta Jogja Iptu Gandung Harjunadi mengaku, masih melakukan penyidikan. Dia pun belum bisa membeberkan secara rinci jumlah saksi yang diperiksa maupun hasil pengamatan kamera pengawas. “Belum ada pelaku,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, peristiwa pelemparan bom molotov Pos Polisi Pingit terjadi sekitar pukul 05.20. Benda yang dilemparkan berupa botol berisi pertalite dan bersumbu. Dalam video kamera pengawas nampak pelaku menggunakan jaket abu-abu, helm hitam, dan motor matic.
Gandung menyatakan, pelaku pelemparan terdeteksi mengendarai sepeda motor dari arah Jalan Magelang. Kemudian berhenti di depan Pos Polisi Pingit, mengeluarkan botol lalu menyulutnya menggunakan korek api.
Bom molotov itu kemudian dilemparkan ke halaman pos namun gagal meledak karena botol kaca tidak pecah. Sesaat setelah kejadian, petugas polisi yang ada di dalam pos keluar dan mengamankan botol tersebut. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita