Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bibit Siklon 97W Muncul, BMKG : Kecepatan Angin Permukaan dan Gelombang Laut Meningkat

Iwan Nurwanto • Minggu, 7 September 2025 | 23:01 WIB
Dampak angin kencang dan hujan deras
Dampak angin kencang dan hujan deras

RADAR JOGJA - Masyarakat di wilayah Yogyakarta mulai harus waspada terhadap potensi angin kencang dan gelombang laut tinggi.

Pasalnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap adanya aktivitas siklon tropis.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, pihaknya mendeteksi adanya bibit siklon 97W di laut Cina. Tepatnya sebelah barat laut Filipina.

Selain itu, juga ada pusat tekanan rendah di Samudera Hindia yang letaknya di sebelah barat Sumatera.

Kondisi tersebut memperkuat pola angin timuran di Pulau Jawa termasuk Yogyakarta.

“Sehingga berpotensi meningkatkan kecepatan angin permukaan dan ketinggian gelombang laut di perairan DIY,” ujar Warjono dalam pesan singkatnya, Minggu (7/9/2025).

Melihat kondisi tersebut, menurutnya dalam beberapa hari kedepan ada potensi angin kencang dan gelombang tinggi.

Termasuk hujan ringan hingga sedang. Lantaran suhu muka air laut terpantau hangat dan dapat mendukung pertumbuhan awan hujan.

Warjono membeberkan, gelombang tinggi hingga 4 meter dapat terjadi dari tanggal 7-9 September 2025.

Sementara hujan ringan berpotensi mengguyur wilayah Sleman, Kota Jogja. Serta sisi utara Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul.


“Hujan berpeluang turun di sebagian DIY, terutama wilayah utara pada siang-sore hari,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Nur Hidayat mengaku, sudah menyiapkan langkah antisipatif.

Terkhusus menghadapi potensi cuaca ekstrim dan bencana hidrometeorologi selama masa pancaroba.

Nur menyatakan, berdasarkan prediksi BMKG masa pancaroba berpotensi terjadi dari bulan September hingga Desember.

Selama periode itu pihaknya menyiagakan personil dan peralatan. Kemudian juga berkoordinasi dengan 169 Kampung Tangguh Bencana (KTB).


Secara kondisi geografis Kota Jogja, menurutnya ada beberapa potensi bencana jika terjadi hujan lebat disertai angin kencang.

Seperti banjir luapan sungai, pohon tumbang, hingga atap roboh. Sehingga perlu upaya mitigasi.

Yakni dengan mulai mengelola sampah dengan bijak, membersihkan saluran air, memangkas ranting pohon rawan tumbang, memperkuat struktur bangunan, hingga menyimpan barang berharga di tempat aman.


“Peran serta masyarakat dalam mitigasi sangat penting, agar mengurangi risiko kerugian,” tegas Nur. (inu)

Editor : Bahana.
#Kota Jogja #Yogyakarta #Angin Kencang