Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Libur Panjang Akhir Pekan Bawa Berkah, Okupansi Hotel DIY Pasca Marak Aksi Demonstrasi Justru Naik

Agung Dwi Prakoso • Minggu, 7 September 2025 | 20:49 WIB

Ilustrasi hotel di Kota Jogja.   (Dok Radar Jogja)
Ilustrasi hotel di Kota Jogja. (Dok Radar Jogja)
JOGJA - Kunjungan wisatawan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di momentum libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW yang diperkirakan lesu ternyata diluar perkiraan.

Aksi demonstrasi besar yang sebelumnya terjadi dan membuat pelaku pariwisata pesimis, ternyata tidak mempengaruhi secara signifikan.

"Jogja setelah insiden di Mabes Polda, berangsur membaik dan kondusif bahkan aksi selanjutnya damai," ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono saat dikonfirmasi, Minggu (7/9).

Menurutnya, hadirnya Gubernur DIJ sekaligus Raja Keraton Jogja Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10 di tengah massa aksi di Polda DIJ cukup berpengaruh untuk meredam massa. Dampaknya, aksi massa yang berujung ricuh bisa dihindari di hari-hari selanjutnya.

"Lebih-lebih demo tanggal 1 di DPRD juga sudah berjalan dengan damai," bebernya.

Kondisi kepariwisataan yakni jumlah kunjungan dan sebagainya, otomatis berdampak pada pelaku pariwisatanya. Terbukti dari data tingkat hunian restoran maupun hotel di DIJ yang meningkat, jauh dari prediksi pada momen libur panjang pekan ini.

"Periode tanggal 4-5 okupansinya bisa sampai 50 persen rata-rata se DIY," jelasnya.

Angka tersebut di luar perkiraan para pelaku industri pariwisata. Sebab, mereka melihat kondisi di berbagai daerah yang sebelumnya banyak terjadi kekacauan, bahkan di DIY pun juga sempat terjadi dan menimbulkan korban jiwa.

"Target kami hanya 40 persen, tapi bisa 50 persen. Bahkan di Kota dan Sleman itu mencapai 65 persen," ucapnya.

Kemudian, okupansi hotel dan restoran paling tinggi ada di area tengah, yakni Malioboro dan sekitarnya sebesar 75 persen. Kawasan Malioboro masih menempati lokasi favorit kunjungan wisatawan di DIY.

"Momen libur panjang ini, wisatawan banyak yang hadir di acara Garebeg Mulud Keraton Jogja," katanya.

Beberapa kunjungan yang sebelumnya ditunda di tanggal-tanggal tersebut untuk menghindari adanya aksi, semua sudah berjalan. Bahkan, ada event reuni SMA 1 Makassar di Jogja yang banyak membawa wisatawan.

"Dari tanggal 3-6 itu bawa 2.500-5.000 orang datang ke Jogja," paparnya.

Puncak kunjungan wisatawan paling banyak terjadi di hari Jumat, (5/9). Sebab, di hari Sabtu dan Minggu jumlah okupansi mulai menurun.

"Mereka mulai pulang di hari hari itu," terangnya.

Kunjungan wisatawan juga bisa dilihat dari jumlah penumpang kereta api di akhir libur panjang, Minggu (7/9).

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mencatat volume penumpang di wilayah Daop 6 mencapai total 51.994 penumpang. Total 30.196 penumpang berangkat dan 21.798 penumpang datang.

"Angka tersebut masih dinamis dan masih akan bertambah karena pemesanan tiket masih terbuka hingga tengah malam nanti," ujarnya.

Data yang disampaikan, total penumpang yang berangkat dari Stasiun Yogyakarta sebanyak 14.609. Kemudian, Stasiun Lempuyangan 6.124 dan Stasiun Solo Balapan 5.190 penumpang.

Sedangkan penumpang yang turun di Stasiun Yogyakarta 8.332, Stasiun Lempuyangan 4.325 dan Stasiun Solo Balapan 5.187 penumpang

"Hari ini terdapat peningkatan sebesar 11 persen dibandingkan hari Minggu sebelumnya yang mencatat total 46.832 penumpang," jelasnya. (oso)

Editor : Bahana.
#okupansi hotel