Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Selain di Kabupaten Sleman, Pos Polisi Pingit di Kota Jogja Juga Dirusak OTK dengan Cara Dilempar Bom Molotov

Adib Lazwar Irkhami • Jumat, 5 September 2025 | 04:32 WIB

 

LENGANG: Situasi Pos Polisi Pingit di Jalan Kyai Mojo, Bumijo, Jetis, Kota Jogja pascapelemparan bom molotov kemarin (4/9).
LENGANG: Situasi Pos Polisi Pingit di Jalan Kyai Mojo, Bumijo, Jetis, Kota Jogja pascapelemparan bom molotov kemarin (4/9).

JOGJA - Pos Polisi Pingit di Jalan Kyai Mojo, Bumijo, Jetis, Kota Jogja menjadi sasaran pelemparan bom molotov oleh orang tidak dikenal (OTK), kemarin (4/9) pagi. Meskipun begitu, aktivitas di sekitar lokasi masih kondusif dan masyarakat sekitar beraktivitas seperti biasa.


Pantauan Radar Jogja, Pos Polisi Pingit nampak lenggang. Tidak ada satu pun polisi yang berjaga. Gerbang yang menjadi pintu masuk bangunan pos juga ditutup. Celah gerbang yang sedikit terbuka pun dihalangi menggunakan water barrier.


Sementara untuk titik pelemparan molotov, nampak ditandai dengan lingkaran berwarna jingga beserta tanda panah yang mengarah pada sebuah tumpahan minyak. Titik pelemparan berada tepat di depan pintu masuk bangunan pos.


Kondisi itu cukup berbeda dengan hari-hari biasa. Sebelum ramai aksi unjuk rasa, Pos Polisi Pingit merupakan titik yang ramai aktivitas petugas kepolisian. Mobil dan motor polisi setiap harinya juga disigiakan di tempat itu.


Meskipun peristiwa ini cukup ramai di media sosial, aktivitas masyarakat di sekitar Pos Polisi Pingit nampak seperti biasa. Jejeran jasa reparasi tas yang berada di Jalan Tentara Pelajar atau sisi selatan pos juga tetap buka.


Salah seorang pemilik usaha reparasi tas Akbar mengatakan, baru mengetahui peristiwa pelemparan saat dimintai keterangan Radar Jogja. Sebelumnya dia sama sekali tidak tahu kalau pos polisi yang berada dekat dengan tempat usahanya itu menjadi sasaran bom molotov.


Dia mengaku hanya tahu pos polisi yang menjadi sasaran pelebaran molotov berada di Kabupaten Sleman. Itu pun karena viral di media sosial. Perihal peristiwa ini, dia juga tidak khawatir. Sebab tidak berdampak pada tempat usahanya.


"Kalau takut ya tidak, karena yang menjadi sasaran bukan milik warga. Cuma ya waspada saja kalau-kalau ada demonstrasi lagi,” ujar Akbar saat ditemui kemarin.


Sementara warga lain, Sujiyati berharap tindakan anarkistis seperti pelemparan bom molotov maupun perusakan fasilitas umum tidak terjadi di Kota Jogja. Sebab, tindakan itu membuat masyarakat tidak nyaman.


Sujiyati ingin, agar Kota Jogja bisa semakin kondusif meskipun ramai demonstrasi. Lantaran dia khawatir jika aksi anarkistis berlanjut dapat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Sedang Istirahat di Angkringan, Warga Gunungkidul Dibacok Orang Tak Dikenal di Mlati Sleman


"Kemarin pas demo saja itu jalan-jalan jadi sepi. Pokoknya kami inginnya adem ayem saja,” ungkap pemilik usaha reparasi tas dan warung makan di Jalan Tentara Pelajar ini.


Sementara itu, Kasi Humas Polresta Jogja Iptu Gandung Harjunadi membenarkan aksi pelemparan bom molotov di Pos Polisi Pingit. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.20. Bom molotov yang dilemparkan berupa botol berisi pertalite dan bersumbu.


Gandung mengungkap, pelaku pelemparan terdeteksi mengendarai sepeda motor matic dari arah Jalan Magelang. Pelaku berhenti di depan pos dan mengeluarkan botol lalu menyulutnya dengan korek api.


Bom molotov itu kemudian dilemparkan ke halaman pos, namun gagal meledak karena botol kaca tidak pecah. Sesaat setelah kejadian, petugas yang ada didalam lalu keluar dan mengamankan botol itu. "Pelaku dalam tahap penyelidikan," bebernya. (inu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#bom molotov #otk #pos polisi