Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BEM FP UNS Memberdayakan UMKM Desa Malanggaten melalui PPK Ormawa UNS 2025

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 4 September 2025 | 18:16 WIB

RADAR JOGJA - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui Program Penguatan Komunitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang dibimbing oleh Dr. Agr. Sc. Ernoiz Antriyandarti, SP, MP, M.Ec resmi melaksanakan serangkaian kegiatan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Malanggaten, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar.

Program ini diberi nama “Lokawira Mandiri: Pemberdayaan Umkm Berbasis Hilirisasi Potensi Komoditas Lokal Dan Penguatan Kelembagaan Bisnis Menuju Desa Agrosociopreneur Inklusif Berkelanjutan” hadir sebagai solusi untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM sekaligus mengoptimalkan potensi hilirisasi komoditas lokal, khususnya beras.

Desa Malanggaten memiliki 208 UMKM aktif, dengan 61,2% bergerak di sektor kuliner, serta potensi pertanian berupa hasil panen padi sebesar 858 ton pada tahun 2025.

Namun, permasalahan yang muncul antara lain keterbatasan wadah komunitas UMKM, rendahnya keterampilan manajemen usaha, pemasaran produk yang belum luas, serta adanya 10% produksi beras di bawah standar pasar.

“Melalui Lokawira Mandiri, kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya meningkatkan kapasitas UMKM, tetapi juga membuka lapangan kerja baru melalui hilirisasi produk beras seperti cireng nasi, rice cracker, dan gipang,” jelas Dekan Fatur Rohman, ketua tim pelaksana PPK Ormawa BEM FP UNS 2025.

Kegiatan diawali dengan Pembentukan pengurus komunitas Lokawira Mandiri yang melibatkan perwakilan pelaku UMKM, PKK Desa Malanggaten, dan BUMDes sebagai mitra strategis.

Struktur pengurus ini dibentuk untuk memastikan komunitas memiliki legalitas, arah kerja yang jelas, serta keberlanjutan setelah program selesai.

Melalui wawancara yang dilakukan, dipilih Ibu Dina sebagai ketua Komunitas Lokawira Mandiri.

Tim PPK Ormawa juga memproses pendaftaran legalitas komunitas ke instansi terkait, sehingga Lokawira Mandiri resmi memiliki payung hukum yang sah.

Legalitas ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan komunitas dalam menjalin kerja sama, mengakses pendanaan, dan membangun kepercayaan dengan mitra bisnis.

"UMKM di desa Malanggaten banyak, namun belum terbentuk organisasinya. Setelah dibentuk struktur organisasi UMKM Lokawira Mandiri, harapan kami bisa memajukan UMKM di desa Malanggaten. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Malanggaten," ujar Kepala Desa Haji Sunarto, S.Pd., M.Pd.

Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta Ajak Main Game Online Bareng di BeAT And Battle

Selanjutnya, digelar pelatihan manajemen usaha yang memberikan pengetahuan dasar mengenai pengelolaan keuangan, pencatatan pembukuan, serta strategi pengembangan bisnis agar lebih berdaya saing.

Para pelaku UMKM desa diberikan materi langsung oleh dosen dan praktisi agribisnis UNS yaitu Dr. Agr. Sc. Ernoiz Antriyandarti, SP, MP, M.Ec sehingga mampu mengelola usaha secara lebih profesional.

Setelah itu, peserta mengikuti pelatihan pemasaran yang menekankan pentingnya branding produk, strategi promosi, serta pemanfaatan jaringan distribusi modern maupun tradisional.

Dalam sesi ini, para UMKM diajarkan bagaimana menyusun value proposition produk agar lebih menarik dan mudah diterima konsumen.

Tak hanya teori, program ini juga melibatkan pelatihan pembuatan produk berbasis hilirisasi beras.

Melalui pelatihan tersebut, UMKM lokal dilatih mengolah beras yang sebelumnya kurang bernilai jual menjadi produk kuliner inovatif, seperti cireng nasi, gipang, dan rice cracker.

Produk-produk ini diharapkan mampu menjadi identitas kuliner Desa Malanggaten sekaligus membuka peluang pasar baru.

Tim PPK Ormawa telah memproses pengurusan sertifikasi halal untuk produk olahan berbasis beras.

Hal ini dilakukan agar produk hilirisasi tidak hanya memiliki nilai tambah dari sisi inovasi, tetapi juga memenuhi standar keamanan, kehalalan, dan kepercayaan konsumen yang lebih luas.

Sejalan dengan perkembangan teknologi, pelatihan berikutnya berfokus pada digital marketing.

Para peserta diberi pendampingan dalam pembuatan akun e-commerce, pengelolaan media sosial bisnis, hingga teknik promosi melalui platform daring.

Tujuannya agar produk UMKM Desa Malanggaten dapat menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada lingkup lokal.

Sebagai bentuk dukungan nyata, tim PPK Ormawa BEM FP UNS juga melakukan penyerahan alat produksi kepada desa.

Alat tersebut difungsikan untuk menunjang proses pembuatan produk olahan sehingga kualitas dan kapasitas produksi UMKM semakin meningkat.

Dukungan ini diharapkan menjadi sarana berkelanjutan bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan lokakarya bersama stakeholder.

Acara ini menghadirkan pemerintah desa, BUMDes, akademisi, komunitas UMKM, dan mitra bisnis untuk berdiskusi mengenai keberlanjutan program.

Melalui forum tersebut, tercapai kesepakatan penting terkait strategi pemasaran bersama, penguatan kelembagaan UMKM, dan pembukaan peluang kemitraan dengan berbagai pihak.

Program Lokawira Mandiri ini menjadi bukti nyata komitmen BEM FP UNS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Dengan adanya program ini, Desa Malanggaten diharapkan dapat berkembang menjadi model Desa Agrosociopreneur Inklusif Berkelanjutan yang mampu menginspirasi desa-desa lain di Indonesia.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Lokawira Mandiri #Karanganyar Cup 2022 #Desa Agrosociopreneur Inklusif Berkelanjutan #UMKM Desa Malanggaten #kebakkramat #Pemberdayaan UMKM #uns #BEM FP UNS #pelatihan manajemen usaha #pengurus komunitas Lokawira Mandiri #UMKM