JOGJA - Pengurus Majelis Pembimbing dan Pimpinan Satuan Karya (Saka) Wirausaha Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Masa Bakti 2025-2030 resmi dilantik. Hadirnya Saka Wirausaha ini menjadi yang pertama di Indonesia.
“Saka Wirausaha menjadi wadah dalam mengasah naluri bisnis. Motor kerja bagi generasi muda khususnya Pramuka Penegak dan Pandega di DIY,” ucap Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DIY GKR Mangkubumi saat acara pelantikan yang dipusatkan di kantor Dinas Koperasi dan UKM DIY Jalan Cokroaminoto Yogyakarta, Rabu (3/9).
Tak hanya berkaitan dengan kewirausahaan. Ratu Mangkubumi juga menyinggung Saka Wirausaha sebagai wujud nyata sebuah sinergi. “Sinergi antara Gerakan Pramuka dengan Keistimewaan DIY,” tandasnya.
Diingatkan, DIY mempunyai predikat unik yang tidak dimiliki daerah lain yakni keistimewaan. Tak hanya potensi tata kelola pemerintahan yang bisa lebih baik. Namun juga pengelolaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang dapat dikembangkan.
Menurut putri sulung Sultan Hamengku Buwono X ini, Saka Wirausaha dapat memberdayakan Pramuka DIY berbasis kekayaan budaya dan kearifan lokal. Memajukan kesejahteraan masyarakat dan membentuk anggota yang tidak hanya cerdas dan berkarakter.
“Tapi generasi tangguh yang berani mengambil risiko," jelasnya.
Kepengurusan Saka Wirausaha sebelumnya telah membuat landasan menciptakan inovasi yang dapat dilanjutkan dengan langkah nyata. Dia ingin dengan pelantikan pengurus tersebut mampu mengemban amanah.
"Bukan hanya simbol, namun sebagai tanggung jawab menumbuhkan. Pengurus Saka Wirausaha dapat menjadi fasilitator, motivator, dan mentor," harap Gusti Mangkubumi dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris I Kwarda Gerakan Pramuka DIY Sri Budoyo.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi menambahkan Saka Wirausaha diadakan sebagai upaya melakukan pendampingan. Sekaligus pembinaan untuk menciptakan wirausaha-wirausaha dari Gerakan Pramuka. Terutama para penegak dan pandega.
“Saka Wirausaha DIY juga menjadi inisiasi pertama di seluruh Indonesia,” katanya. "Pelantikan ini tak hanya seremoni, tapi setelah acara kami harus segera melakukan apa yang menjadi tujuan bersama," lanjutnya.
Menurut dia, masih ada tantangan besar yang harus diselesaikan. Terutama terkait pemberian informasi dan komunikasi antara Kwarda dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) bahkan Kwartir Nasional (Kwarnas). "Koordinasi harus terus diintensifkan agar tidak ada mis komunikasi dan dapat tersampaikan dari akar hingga ke ujung," paparnya.
Dikatakan, Saka Wirausaha telah menggelar berbagai macam kegiatan. Salah satunya, Inkubator Bisnis Saka Wirausaha. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadak membimbing dan memfasilitasi ide bisnis kreatif dari Pramuka Penegak dan Pandega.
“Mengubah gagasan menjadi realita,” kata birokrat yang pernah menjadi Pj bupati Kulon Progo ini. Selanjutnya, menyajikan program pelatihan yang tidak hanya teoritis. Tapi juga praktis dan relevan dengan dinamika pasar. Sebelum pelantikan diawali dengan pembekalan kepada sejumlah pengurus terkait dengan Gerakan Pramuka dan Saka Wirausaha.
Adapun Pimpinan Saka Wirausaha DIY Masa Bakti 2025-2030 yang dilantik terdiri Ketua Kepala Bidang Kewirausahaan Dinas Koperasi dan UKM DIY Wisnu Hermawan, Wakil Ketua Kwarda Pramuka DIY Sari Murti Widyastuti, Sekretaris I Kepala Balai Layanan Usaha Terpadu Koperasi UMKM Hellen Pornica dan Sekretaris II Pengembang Kewirausahaan Ahli Pratama Bidang UKM Dinas Koperasi dan UKM DIY Yogie Krisnawangi Saefullah. Bendahara I Kepala Subbagian Keuangan Dinas Koperasi dan UKM DIY Fuji Ippa Wati dan Bendahara II Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Layanan Bisnis UMKM Aribowo.
Sedangkan Majelis Pembimbing dengan Ketua Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi, Wakil Ketua Wakil Ketua Kwarda Bidang Organisasi, Manajemen dan Hukum Edy Heri Swasana, Sekretaris I Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM DIY Agus Mulyono dan Sekretari II Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Wiwik Indriyani.
Anggota Majelis Pembimbing antara lain Paniradya Pati Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Yuna Pancawati serta Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM DIY Setyo Hastuti. (oso/kus)
Editor : Sevtia Eka Novarita