Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Prevalensi Sentuh 14,8 Persen, Pemkot Jogja Targetkan Nihil Kasus Baru Stunting

Zakki Mubarok • Rabu, 3 September 2025 | 03:31 WIB
TANGGUNG JAWAB: Orang tua mengasuh anaknya di kawasan Mantrijeron, Kota Jogja Minggu (15/6). Pemkot Jogja menargetkan angka prevalensi stunting hingga di bawah 10 p
TANGGUNG JAWAB: Orang tua mengasuh anaknya di kawasan Mantrijeron, Kota Jogja Minggu (15/6). Pemkot Jogja menargetkan angka prevalensi stunting hingga di bawah 10 p

JOGJA - Prevalensi stunting di Kota Jogja terus mengalami penurunan. Pada tahun ini menyentuh angka 14,8 persen. Turun dua persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, penanganan stunting menjadi salah satu fokus bagi pemkot. Sehingga, pemkot menargetkan pencegahan kasus baru. Agar prevalensinya tidak bertambah.

”Dikarenakan zero new stunting akan mendorong terwujudnya generasi berkualitas," ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota, Selasa (2/9).

Menurutnya, upaya untuk mencegah stunting sudah dilakukan dengan menyasar remaja putri dan calon pengantin. Kemudian juga dilakukan intervensi kepada ibu hamil hingga pendampingan bayi pasca lahir.

Mantan Bupati Kulon Progo dua periode itu menyebut, pendampingan ketat bayi stunting wajib dilakukan pada 1.000 hari pertama kehidupan. Yakni dengan stimulus nutrisi yang tepat dan perawatan optimal.

Hasto menyatakan, asupan nutrisi juga harus dibarengi dengan dukungan lingkungan yang bersih dan sehat. Kemudian orang tua juga harus menerapkan pola asuh yang baik agar psikologis anak dapat terbentuk dengan baik.

“Sebab, stunting bukan hanya kondisi fisik, tapi juga psikologis anak,” bebernya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Emma Rahmi Aryani menyampaikan, prevalensi stunting tahun ini ditarget bisa dibawah 10 persen. Namun untuk mencapai angka tersebut diperlukan kolaborasi pemerintah dan masyarakat.

Sebab, berdasar hasil pemetaan Dinkes masih ada sepuluh kelurahan di Kota Jogja yang ditemukan kasus stunting. Meliputi kelurahan Pringgokusuman, Baciro, Ngupasan, Purbayan, Prenggan, Kotabaru, Notoprajan, Patehan, Wirogunan dan Mantrijeron.

Emma menyebut, sepuluh kelurahan itu penanganannya akan diprioritaskan. Serta wajib menjadi perhatian bagi seluruh organisasi perangkat daerah di Pemkot Jogja.

“Pelibatan seluruh perangkat daerah penting mencegah dan menangani stunting,” katanya. (inu/zam)

Editor : Herpri Kartun
#Kota Jogja #asupan nutrisi #dinas kesehatan #calon pengantin #pola asuh #Stunting #psikologis #zero new stunting #Prevalensi #Generasi Berkualitas