Pantauan Radar Jogja, Gang Sosrokusuman ditutup. Kemudian pusat perbelanjaan utama di Malioboro seperti Plaza Malioboro.
Hotel Permata milik Pemprov DIY yang biasa digunakan untuk berjualan pelaku UMKM pun juga tutup, bahkan diberi pembatas di bagian depan toko.
Di balik pagar besi, terlihat beberapa satpam terlihat berjaga.
Jalan Malioboro yang biasanya ramai lalu lalang kendaraan, saat ini sangat lengang. Kantong-kantong parkir yang biasa melebihi kuota, hanya terlihat satu dua kendaraan.
Sebaliknya, Gedung DPRD DIY dijaga ketat oleh puluhan personil TNI baik Angkatan Darat (AD), Angkatan Udara (AU), Angkatan Laut (AL) maupun POLRI. seluruh gerbang masuk ditutup dan dijaga.
Ketua DPRD DIJ Nuryadi mengatakan siap menampung aspirasi masyarakat maupun massa apabila aksi dilakukan dengan baik. Sebagai wakil rakyat itu merupakan suatu kewajiban.
"Apapun aspirasinya, kalau datangnya dengan baik kami terima dengan baik," ujarnya saat ditemui wartawan di Gedung DPRD DIJ, Senin (1/9).
Melihat tren yang terjadi saat ini, Nuryadi menilai beberapa gelombang aksi massa yang terjadi aspirasinya tidak murni. Menurutnya, ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam aksi tersebut.
"Kami bersama Forkopimda mencoba mengamankan aset-aset, kami tidak melarang orang demo tetapi jagalah aset ini apalagi warga Jogja," jelasnya.
Ia juga berpesan kepada massa agar tidak terprovokasi kericuhan. Menyalurkan aspirasi merupakan hak seluruh masyarakat. Namun, karena Jogja punya budaya gotong royong, maka penyelesaian permasalahan dilakukan dengan gotong royong.
"Kakau itu porsi kami, kami jawab sendiri, kalau Jakarta kami kirim ke Jakarta," paparnya. (oso)
Editor : Bahana.