PERHELATAN Gebyar Keistimewaan 13 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY di Alun-Alun Wonosari tidak hanya menghadirkan panggung hiburan dan ratusan stan UMKM. Sejak pintu masuk, pengunjung disambut karya seni instalasi berupa gapura dengan filosofi men-dalam hasil rancangan seniman asal Jogja, Agus Fatwa.
Gapura berbentuk simbol geometri segitiga itu bukan sekadar ornamen hiasan. Agus menjelaskan, bentuk segitiga dipilih karena dipercaya sebagai struktur bangunan paling kuat di dunia.
”Bangunan piramid di Mesir yang berusia ribuan tahun pun masih bertahan karena berbentuk segitiga. Itu jadi dasar kenapa saya memilih geometri ini,” ungkapnya saat ditemui di Alun-Alun Wonosari, Minggu (31/8).
Namun lebih dari sekadar kekuatan fisik, gapura itu dirancang membawa makna spiritual. Jika diamati seksama, kata Agus, susunan geometrinya menyerupai sosok manusia yang tengah berdoa.
”Gerbang itu satu harapan dan harapan selalu dimulai dari doa. Jadi sebelum memasuki
acara, pengunjung melewati simbol doa ini,” ujar Agus.
Di balik komposisi warna hitam, putih, dan hijau, Agus juga menyelipkan pesan kehidupan. Ia menggambarkan bahwa dunia adalah panggung tempat manusia menghadapi beragam cobaan. Bahkan ia menyebut gonggongan juga kerap muncul dari pihak-pihak yang berniat tidak baik.
”Makanya sebelum naik tangga kehidupan, ada suara-suara yang menggonggong. Tapi doa menjadi bentengnya,” tambahnya.
Agus juga menekankan bahwa angka 13 yang kerap dianggap angka sial justru ia maknai sebagai momentum untuk membuang kesialan. Ia menghadirkan simbol gunungan pada gapura sebagai lambang mulai sekaligus akhir kehidupan. (bas/laz)
Editor : Herpri Kartun