Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lampu APILL Mati dan Tak Ada Polisi Lalin, Pasukan Ojol Turun Mengatur Lalu Lintas di Perempatan Condongcatur

Rizky Wahyu Arya Hutama • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 21:07 WIB
Para ojol saat membantu para pengguna jalan di Perempatan Condongcatur, Sleman Sabtu (30/8).
Para ojol saat membantu para pengguna jalan di Perempatan Condongcatur, Sleman Sabtu (30/8).

SLEMAN - Lampu alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) di perempatan Condongcatur, Depok, Sleman mati. Tidak ada personel kepolisian yang mengatur jalannya lalu lintas. Justru terlihat rombongan pengemudi ojek online (ojol) mengambil inisiatif membantu mengatur lalu lintas di simpang empat barat Mapolda DIY Sabtu (30/8). 

Salah satu pengemudi ojol yang ikut kegiatan adalah Andy Gunawan. Dia menjelaskan, kegiatan para ojol untuk membantu mengatur lalu lintas di perempatan Condongcatur ini merupakan inisiatif para ojol.

Baca Juga: Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Sumatera Utara DIY Desak Prabowo Supaya Segera Evaluasi Kinerja Kepolisian

Kegiatan itu dilakukan dengan tujuan untuk membantu para pengemudi jalan supaya tidak terjadi kemacetan, mengingat traffic light atau lampu lalu lintas yang berada di perempatan Condongcatur mati total dampak dari demo yang terjadi di Mapolda DIY Jumat (29/8).

"Ini tadi itu posisi jam enam pagi itu sesudah demo jalannya rame, tidak ada polisi yang mengatur lalu lintas. Sampai di tengah-tengah itu macet, makanya kami mengambil inisiatif ini," jelasnya, Sabtu (30/8).

Baca Juga: Tulisan ACAB Mewarnai Dinding Mapolda DIY, Apa Maknanya?


Selain untuk membantu para pengguna jalan, Andy menyebut kegiatan mengatur lalu lintas di perempatan Condongcatur ini juga dilakukan karena sebagai seorang ojol, dia ingin membantu para rekan-rekan ojol lain. Supaya bisa bekerja dengan lancar.

"Sebagai ojol waktu itu adalah uang. Tapi karena di sini keadaan lagi rumit, jadi ini inisiatif kami untuk membantu sama driver," tegasnya.

Dari pantauan Radar Jogja inisiatif para ojol di perempatan Condongcatur ini langsung mendapatkan respons positif dari masyarakat dan rekan-rekan ojol lain. Mereka memberikan sejumlah makanan dan minuman bagi para ojol yang membantu mengatur arus lalu lintas.

Baca Juga: Gelombang Demo Meluas! Menolak Kenaikan Gaji DPR RI Hingga Tuntut Keadilan Kematian Affan Kurniawan, Aksi Ricuh Terjadi di Berbagai Daerah


"Semisal mau ada yang bantu monggo, saya sama teman-teman ojol juga istilahnya tidak melarang. Tapi inisiatif kami sama sekali tidak minta uang, makanan atau minuman. Tapi kalau misalnya ada yang mengasih ya alhamdulillah," tutur Andy.

Sebagai seorang ojol, Andy juga berharap supaya peristiwa demo yang terjadi di DIY tidak terlalu berlarut-larut. Para ojol lanjut Andy ingin keadaan bisa langsung membaik supaya masyarakat bisa beraktivitas lagi dengan lancar.

"Kami juga tidak sepenuhnya menyalahkan siapa-siapa atas kejadian ini," cetusnya. (ayu)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#lampu #Sleman #Polisi #alat pemberi isyarat lalu lintas #ojol #Mapolda DIY #Perempatan #depok #Lalu Lintas #Demo #condongcatur #Ojek Online #apill