JOGJA - Potensi genangan saat hujan lebat masih berpotensi terjadi di Kota Jogja. Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) mencatat ada lima ruas jalan yang kerap menjadi langganan.
Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Rahmawan Kurniadi mengatakan, titik rawan genangan berada di Jalan Kusbini depan Bengkel KAI dan Jalan Parangtritis di Simpang Empat Jogokariyan. Kemudian juga di Kampung Iromejan, Jalan Atmosukarto Kotabaru, serta Jalan Menteri Supeno Simpang XT sampai Jalan Batikan sisi selatan.
Rahmawan menyampaikan, genangan air di lima ruas jalan itu kerap muncul ketika hujan turun dengan intensitas lebat dan durasi panjang. Penyebabnya karena aliran sungai yang berada di sekitar ruas jalan meluap.
Dia mengaku, pihaknya sudah melakukan upaya antisipasi seiring meningkatnya intensitas hujan seperti sekarang. Yakni dengan pengecekan rutin saluran yang tersumbat sampah. Serta membangun saluran air hujan baru.
“Penyebab genangan biasanya karena ada sumbatan sampah dan kapasitas saluran yang kurang memadai,” ujar Rahmawan saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Jumat (29/8/2025).
Baca Juga: Gebyar Keistimewaan, UMKM Gunungkidul Tampilkan Inovasi Pertanian dan Produk Lokal
Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, pemkot bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) tengah mengupayakan normalisasi sungai. Sasarannya di Sungai Code, Winongo, dan Gajahwong.
Hasto menjelaskan, normalisasi sungai dilakukan dengan cara mengeruk sedimentasi. Sehingga sungai memiliki ruang lebih besar untuk menampung air. Lalu dapat mencegah banjir ketika hujan lebat atau ada distribusi air dari daerah hulu.
“Kegiatan normalisasi dilakukan selama bulan September,” beber mantan Bupati Kulonprogo dua periode itu. (inu)
Editor : Heru Pratomo