Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Massa Aksi Solidaritas Ojol Salat Ghaib Bersama di Mapolda DIY untuk Mendiang Affan, Kapolda DIY Janji Tampung Setiap Aspirasi Masyarakat

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 29 Agustus 2025 | 22:59 WIB
Petugas dan driver ojol mengambil air wudhu untuk salat ghaib di Mapolda DIY (19/8/2025).
Petugas dan driver ojol mengambil air wudhu untuk salat ghaib di Mapolda DIY (19/8/2025).

JOGJA - Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Irjen Pol Anggoro Sukartono menemui massa Ojek Online (Ojol) yang melakukan aksi di Mabes Polda DIY, Jumat (29/8/2025). Ia mewakili institusi Polri di daerah meminta maaf atas insiden yang menewaskan driver ojol Affan Kurniawan di Jakarta. 

Aksi solidaritas ojol di DIY berlangsung damai. Massa dilersilahkan masuk dan menempati lapangan halaman depan Polda DIY. Di sana mereka ditemui langsung oleh Kapolda DIY dan duduk bersama tanpa alas di rumput lapangan. 

Kelompok ojol mulai membubarkan diri menuju ke masjid ketika suara adzan zuhur terdengar. Begitu juga dengan anggota kepolisian di sana. Mereka bergegas menuju ke masjid Polda DIY untuk menunaikan salat Jumat dan Ghaib untuk mendoakan mendiang Affan. 

"Mari selepas salat Jumat, kita bersama menunaikan solat Ghaib untuk saudara Affan," ujar imam sekaligus khotib Masjid Polda DIY siang itu. 

Selepas salam tanda selesai salat Jumat, mereka semua kemudian berdiri kembali dan menjalankan salat ghaib. Sebagian besar anggota Polda DIY ikut, namun tidak sedikit yang beranjak dan meninggalkan posisinya. Di akhir salat Ghaib, imam kemudian memimpin doa bersama mendoakan mendiang Affan. Setelah selesai, massa ojol pun kembali ke lokasi lapangan. 

"Informasi dari Jakarta sudah dimakamkan. Jadi, saya di sini, mewakili Polri Daerah Istimewa Yogyakarta, memohon maaf. Apabila dalam pelaksanaan tugas, kawan-kawan di Jakarta mengakibatkan rekan kita ojol, almarhum Afan Kurniawan meninggal dunia," ujar Irjen Pol Anggoro Sukartono. 

Permintaan maaf berulang kali ia utarakan di depan massa ojol. Menurutnya insiden tersebut tidak bisa dikatakan disengaja karena merupakan tragedi yang tidak diinginkan. 

"Tuntutan rekan-rekan tadi sudah diterima untuk melakukan penegakan hukum dan sekarang oleh Polri sedang dilaksanakan di Jakarta," lanjutnya. 

Ia berpesan kepada seluruh massa, selama menunggu proses hukum agar tidak melakukan kegiatan lain di luar ketentuan hukum. Ia berjanji akan menampung aspirasi apapun dari massa ojol. 

"Kita ikuti prosesnya dan semua boleh mengawasi. Sikahkan sampaikan aspirasi, karena itu merupakan hak dan kewajiban kita sebagai warga negara untuk mengoreksi semua aparat yang melaksanakan tugas, termasuk pemerintah," paparnya. 

Situasi seperti ini, lanjutnya, sering digunakan oleh oknum yang tidak suka Indonesia dalam keadaan tertib dan aman. Ia mencontohkan adanya tindakan vandalisme di pos-pos polisi yang dilakukan oleh oknum. 

"Hari ini, beberapa tempat dicorat-coret oleh masyarakat. Di pos-pos polisi, pasti oknum," jelasnya. 

Ia mempersilahkan masyarakat dari berbagai elemen untuk masuk ke Mabes Polda DIY apabila hendak menyampaikan aspirasi atau menggali informasi. Menurutnya, Gedung Polda DIY juga milik masyarakat. 

"Tidak ada yang lebih dari saya karena saya digaji, dibiayai oleh masyarakat untuk menjaga keamanan Yogyakarta," terangnya. (oso) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Affan Kurniawan Driver Ojol #Mapolda DIY #salat ghaib #Affan Kurniawan