Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Akhiri Ketegangan, Suporter PSIM Jogja dan Persib Bandung Islah di Mapolresta Jogja

Rizky Wahyu Arya Hutama • Kamis, 28 Agustus 2025 | 02:37 WIB

 

Ketua Umum The Maident Rendy Agung Prasetya, Presiden Brajamusti Muslich Burhanudin, Kapolresta Kota Jogja Kombes Pol Eva Guna Pradia, Ketua Viking Tobias Ginanjar Sayidina, dan perwakilan Bobotoh
Ketua Umum The Maident Rendy Agung Prasetya, Presiden Brajamusti Muslich Burhanudin, Kapolresta Kota Jogja Kombes Pol Eva Guna Pradia, Ketua Viking Tobias Ginanjar Sayidina, dan perwakilan Bobotoh
 

 

 

 

 

 

JOGJA - Usai kericuhan yang terjadi usai pertandingan PSIM Jogja dan Persib Bandung, Minggu (24/8), supporter PSIM dan Persib akhirnya islah. Suporter dari kedua belah kubu, secara resmi telah berdamai, di Polresta Kota Jogja, Rabu (27/8) sore.

 

Dalam pertemuan yang difasilitasi polresta tersebut, perwakilan suporter dari kedua tim itu telah duduk bersama. Dari pihak PSIM Jogja dihadiri DPP Brajamusti dan The Maident. Sedangkan dari pihak Persib Bandung dihadiri oleh perwakilan Viking, Bobotoh dan Ultras.

 

Presiden Brajamusti Muslich Burhanudin menjelaskan sebenarnya hal yang terjadi pada Minggu malam (24/8) lalu lebih banyak informasi tak benar di media sosial.

Thole, sapaanya, menambahkan pertemuan suporter, menyatakan tidak ada permasalahan lagi. "Apalagi itu bisa mengganggu perizinan kami (PSIM) di home berikutnya dan tentu juga mengganggu Kota Jogja sebagai kota wisata pada umumnya," katanya usai pertemuan. 

 

Sementara Ketua Viking Tobias Ginanjar Sayidina yang juga menghadiri pertemuan juga menyatakan, tidak ingin kejadian yang melibatkan antara suporter PSIM Jogja dan Persib Bandung itu terulang kembali.

Sebab pihaknya ingin kejadian tersebut cepat terselesaikan dan tidak melebar.  "Intinya semua itu terjadi karena cepatnya informasi saat ini di sosmed dan adanya kesimpang siuran informasi yang tidak benar," katanya.

 Baca Juga: Diduga karena MBG, Para Siswa SMP Negeri 3 Berbah Alami Mual dan Diare

Tak hanya itu, Tobias juga sangat berharap supaya kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran bagi suporter yang lain agar lebih bijak lagi dalam menyikapi informasi di sosmed.

Dia mengaku juga menemukan banyak pihak-pihak yang di luar Bandung dan Jogja yang ikut memanas-manasi. “Mudah-mudahan kita bisa tutup ruang-ruang untuk berfokus pada isu seperti itu. Sebab buat kami di Bandung, Jogjakarta itu selalu mendapatkan tempat yang istimewa," tegasnya. 

 Baca Juga: Website Pemkab Kulon Progo Sempat Sulit Diakses, Ternyata Pernah Kena Serangan Siber 276 Ribu Kali

Kapolresta Kota Jogja Kombes Pol Eva Guna Pradia mengatakan, dari pertemuan ini dia berharap permasalahan yang melibatkan antara suporter PSIM dan Persib ini tidak berkembang dan bisa diselesaikan secara baik-baik.

Tak hanya itu, pihak kepolisian juga menegaskan, setelah terjadinya kejadian tersebut, seluruh suporter memahami soal peraturan yang sudah diterapkan, suporter tim tamu tidak boleh datang untuk away.

"Nah ini yang perlu dipedomani dengan banyak suporter dan ke depannya agar jangan terulang kembali," pesannya. (ayu/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#bobotoh #ultras #Polresta Jogja #Brajamusti #viking #bandung #the maident #Jogja #islah #PSIM Jogja