Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Jogja Sebut Kerukunan Umat Beragama Jadi Kunci Atasi Masalah Sampah di Sungai

Adib Lazwar Irkhami • Rabu, 27 Agustus 2025 | 02:11 WIB
Warga melintas di tepi Sungai Code wilayah Jetisharjo, Cokrodiningratan, Kemantren Jetis,  kemarin (26/8).
Warga melintas di tepi Sungai Code wilayah Jetisharjo, Cokrodiningratan, Kemantren Jetis, kemarin (26/8).

JOGJA - Upaya penanganan sampah sungai harus dilakukan secara gotong royong. Hal itu yang disampaikan Wali Kota Yogya Hasto Wardoyo dalam reresik Sungai Code yang dilakukan bersama umat lintas beragama kemarin (26/8).

Hasto mengatakan, kerukunan umat beragama bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan. Tidak terkecuali upaya melestarikan kembali sungai yang kini kondisinya kotor penuh sampah.

Menurut mantan bupati Kulon Progo dua periode itu, kegiatan bersih-bersih sungai juga memiliki banyak manfaat. Salah satunya menjaga kelestarian air tanah. Sebab, hasil resapan air sungai juga meresap ke sumur-sumur warga.

“Hari ini (kemarin, Red) kami mengangkat suatu persamaan dan kepentingan yang sama, yakni memerangi sampah dan juga sungai yang kotor,” ujar Hasto di sela kegiatan reresik Sungai Code.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogya Ahmad Shidqi menyampaikan, kegiatan bersih-bersih Sungai Code itu merupakan salah program asta cita instansinya. Sebagai bentuk implementasi antara hubungan agama dengan lingkungan.

Kegiatan ini diikuti 160 orang. Peserta berasal dari perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama dan tokoh enam agama. Yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu.

Selain itu, juga didukung unsur komunitas sungai, ulu-ulu dan petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogya. Kegiatan bersih-bersih sungai itu juga sekaligus untuk memperingati HUT ke-80 RI.

“Kebersihan sungai menjadi tanggung jawab kita semua, baik sebagai anak bangsa dan sebagai umat beragama,” terang Shidqi.

Sementara itu, Ketua Pemerti Code Totok Pratopo membeberkan, pencemaran sungai meningkat sejak masa desentralisasi sampah. Sebab pada saat itu banyak masyarakat yang membuang sampah ke aliran sungai.

Totok berharap, lewat gerakan yang dilakukan Pemkot Yogya ini bisa menggugah kesadaran semua pihak. Sehingga kebersihan sungai terus terjaga dan potensinya bisa dimaksimalkan untuk kegiatan pariwisata.

"Saya kira ini bagus, karena juga ada gebrakan melakukan normalisasi Sungai Code,” katanya. (inu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#dinas lingkungan hidup #gotong royong #kemenag #Kelestarian Air #sungai code #Sampah #Kerukunan umat #sungai