RADAR JOGJA - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY menggandeng Yayasan Pelsetarian Anggrek Merapi (YPAM) mengadakan bimbingan teknis budi daya tanaman anggrek. Kegiatan ini diharapkan dapat menggerakkan perekonomian dan pemberdayaan masyarakat.
Kepala DPKP DIY Syam Arjanti menjelaskan, kegiayam ini diharapkan tidak hanya sekadar untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam budi daya anggrek. Tetapi juga merupakan langkah strategis untuk pengenalan dan mengembangkan potensi anggrek Vanda tricolor var suavis yang berhabitat di lereng Merapi.
Disebutkan, Vanda tricolor var suavis memiliki pesona tersendiri. Dengan warna dasar putih, dihiasi bintik ungu kecokelatan dan labial ungu cerah mengeluarkan bau yang harum. "Keberadaan anggrek vanda tri color var suavis memiliki nilai," ungkapnya saat memberikan sambutan.
Dengan memahami teknik budi daya yang tepat dan bekelanjutan, lanjutnya, peserta diharapkan tidak hanya menyalurkan hobi untuk merawat anggrek sebagai hiasan halaman. Namun bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang menggerakan perekonomian dan memberdayakan masyarakat. "Serta ikut terlibat dalam pelestarian anggrek lereng Merapi," harapnya.
Materi bimtek sendiri terkait teknik perbanyakan tanaman, teknologi pengendalian hama dan penyakit tanaman anggrek. Serta praktik perbanyakan anggrek.
Nantinya, pelatihan pertama ini dilaksankan secara hybrid. Bimtek klasilal hanya akan diikuti dua angkatan dengan masing-masing angakatan sebanyak 15 peserta. Bimbingan tersebut digelar di ruang Mawar DPKP DIY.
Sedangkan untuk kelas daring melalui Zoom, digelar pada 13 dan 19 Agustus. Angkatan pertama menyasar 84 orang, dan selanjutnya 100 orang. Peserta Zoom tidak hanya masyarakat di wilayah DIY. Tetapi juga diikuti dari berbagai daerah di Indonesia. Seperti Bali, Sumatra Barat, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Ketua Pembina Yayasan Pelestarian Anggrek Merapi Sri Suprih Lestari menyebut, anggrek memiliki nilai yang sangat tinggi tidak hanya dari sisi ekonomi saja tetapi juga sebagi hiburan, terapi, dan media pererat silaturahmi. Dia berharap, pelatihan budi daya anggrek dapat dilaksanakan berkesinambungan tahun depan. "Dengan materi materi yang lebih kelanjutan dari bimtek tahun ini," ujarnya.