JOGJA - Keberhasilan seluruh anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) DIJ saat bertugas mengibarkan bendera merah putih di HUT ke-80 Republik Indonesia (RI) mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ. Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X pun kembali menyumbangkan lagi untuk para Paskibraka DIJ di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan Jogja, Selasa (19/8).
Dalam acara tersebut HB X juga terlihat gembira merayakan keberhasilan bersama jajaran pengurus Paskibraka DIJ. Bahkan Raja Keraton Jogja tersebut juga ikut menyumbangkan satu lagu lawas berjudul, ‘Karisma Cinta’ yang diciptakan oleh Broery Marantika.
Ia berduet dengan penyanyi dari grup musik yang mengisi acara. "Ha ora tau nyanyi e, (milih lagu itu) karena yang disuguhi cuma itu, makanya biar bisa duet," kelakarnya.
Dalam momen hangat tersebut HB X juga berpesan agar Paskibraka mampu menjaga semangat perjuangan para pendiri bangsa. Dengan cara yang relevan terhadap tantangan zaman. Spirit dan semangat para pejuang kemerdekaan diharapkan bisa diterapkan dalam medan perang yang berbeda.
“Tugas kalian adalah menjaga nyala api itu, membawanya ke medan perjuangan baru: inovasi, pendidikan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat," jelasnya. "Pengibaran bendera pusaka bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan momen sakral yang menyatukan jiwa bangsa.”
Ia mendefinisikan makna sakral warna bendera merah putih yang menjadi bendera Indonesia. Merah melambangkan keberanian para pejuang kemerdekaan, sedangkan putih adalah kesucian niat untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.
"Pengabdian adik-adik paskibraka menjadi teladan cinta tanah air tidak hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata,” bebernya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIJ Lilik Andi Aryanto menambahkan pelatihan paskibraka digelar dengan tujuan mengarusutamakan Pancasila dalam tubuh Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
Para anggota dibekali pembinaan kepemimpinan, keterampilan, serta kedisiplinan yang menjunjung tinggi nilai kebangsaan, cinta tanah air, persatuan, dan peningkatan wawasan kebangsaan. “Sehingga mampu menjaga persatuan bangsa sekaligus memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika zaman,” ujarnya. (oso/pra)
Editor : Heru Pratomo