JOGJA - Dampak hujan deras pada Selasa siang (19/8) dii Kota Jogja, salah satu genanngan yang cukup parah berada di Jalan Menteri Supeno, Umbulharjo. Tepatnya di sisi timur XT Square.
Pantauan Radar Jogja sekitar pukul 16.00 masih terjadi genangan di ruas jalan tersebut. Antrean kendaraan juga mengular karena banyaknya warga dan anak-anak yang mencari ikan dari meluapnya Kali Manunggal.
Selain itu, beberapa pemilik usaha di sepanjang Jalan Menteri Supeno juga tengah sibuk membersihkan lapaknya. Sebab air dan lumpur masuk hingga kedalam warung dan pemukiman.
Salah satu warga sekitar, Risna Nida mengatakan, hujan dengan intensitas cukup lebat terjadi pukul 14.35. Kemudian berhenti sekitar pukul 15.00.
Meskipun hanya berlangsung setengah jam, guyuran hujan membuat air menggenang hingga di atas lutut. Parahnya, di sekitar tempat usahanya juga ada genteng yang ambruk karena hujan deras disertai angin kencang.
Pemilik usaha jasa persewaan alat camping itu mengaku, cukup kerepotan untuk membersihkan dampak genangan. Sebab air luapan sungai juga membawa banyak sampah.
“Selain itu banjir juga sempat bikin macet karena jalannya ditutup,” ujar Risna saat ditemui di lokasi.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Rahmawan Kurniadi membeberkan, ada enam titik genangan akibat hujan deras.
Di antaranya Kampung Iromejan, Jalan Ipda Tut Harsono, dan Jalan Parangtritis selatan (Simpang Menukan, Jogokaryan. Lalu juga di Jalan Batikan, Jalan Kusbini di kawasan Langensari dekat Bengkel KA Balai Yasa, serta Jalan Atmosukarto.
Menurutnya, genangan disebabkan karena kombinasi faktor. Yakni karena hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama sekitar dan inlet yang tertutup sampah atau kurangnya inlet.“Ada juga kemungkinan sumbatan sampah di saluran air hujan dan kapasitas saluran yang kurang memadai,” beber Rahmawan.
Editor : Heru Pratomo