JOGJA – Hujan salah musim atau orang Jawa biasa menyebut dengan udan salah mongso, kembali melanda wilayah DIJ. Di saat diperkirakan masuk puncak musim kemarau saat ini, hujan deras malah turun pada Selasa siang (19/8). Beberapa pohon tumbang serta baliho ambruk dan banjir terjadi akibat adanya cuaca tersebut.
"Hujan dengan intensitas sedang sampai lebat disertai angin kencang terjadi pukul 11.00 – 16.00," Kepala Pelaksana BPBD DIJ Noviar Rahmad dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (19/8).
Mengutip laporan hingga Selasa saing yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BKMG) Stasiun Meteorologi Jogjakarta, telah mengeluarkan Informasi peringatan dini cuaca wilayah DIJ sebanyak enam kali.
Mulai pukul 10.20, update pukul 10.36, 10.54, 12.11,13.17 dan 14.50 sampai pukul 17.00. Lokasi yang terdampak kejadian cuaca ekstrem di Kota Jogja dan Kabupaten Sleman. "Satu dahan pohon patah, beberapa ruas jalan terdampak banjir luapan sedang proses asessment," bebernya.
Kemudian di Kabupaten Sleman terdapat satu pohon dan rumpun bambu tumbang hingga menutup akses jalan Dusun Kemirikebo-Ngandong, Girukerto, Turi. Pohon tersebut juga mengenai jaringan listrik. "Di Depok, Sleman baliho roboh meninmpa jaringan listrik dan kendaraan," terangnya.
Beberapa ruas jalan juga terdampak luapan air. Kemudian di Kabupaten Bantul satu pihon tumbang menurup akses jalan. Pihak BPBD dan SAR saat ini sedang melakukan proses asssesment.
"BPBD, Pemerintah Kalurahan, TNI, Polri, Instansi terkait, komunitas relawan, dan warga masyarakat bekerjasama melakukan penaganan pertama," jelasnya.
Penanganan yang dilakukan diantaranya pemotongan dan pembersihan serta memberikan bantuan logistik (oso/pra)
Editor : Heru Pratomo