Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gagap Teknologi (Gaptek) Masih Jadi Kendala Pelaku UMKM Kota Jogja Rambah Pemasaran Digital

Iwan Nurwanto • Selasa, 19 Agustus 2025 | 20:56 WIB
Suasana saat puluhan pelaku UMKM di Kota Jogja saat mengikuti pelatihan pendampingan kreativitas dalam merancang strategi pemasaran digital yang diselenggarakan oleh Bank Jogja, Selasa (19/8/2025).
Suasana saat puluhan pelaku UMKM di Kota Jogja saat mengikuti pelatihan pendampingan kreativitas dalam merancang strategi pemasaran digital yang diselenggarakan oleh Bank Jogja, Selasa (19/8/2025).

JOGJA - Pemasaran digital kini menjadi sebuah keharusan bagi pelaku UMKM. Pasalnya, jika tidak adaptif pelaku usaha akan ketinggalan zaman. Itu pula yang menjadi fokus pembahasan dalam pendampingan tentang strategi pemasaran digital yang dilaksanakan Kantor Pusat Bank Jogja, Selasa (19/8/2025).

Salah satu pelaku UMKM di Kota Jogja Yanto mengaku, memang belum terlalu paham dengan pemasaran digital. Sampai saat ini dia hanya menggunakan WhatsApp Business. Platform tersebut menurutnya cukup membantu karena dengan update status maka akan ada pembeli yang memesan.

Pedagang sembako di Pasar Serangan itu menyatakan, faktor usia dan gagap teknologi (gaptek) memang menjadi salah satu kendala untuk merambah platform lain. Padahal media sosial seperti Instagram dan Tiktok bisa dimanfaatkan.

“Sekarang baru pakai WhatsApp, mungkin kalau sudah dapat ilmu dari pelatihan ini bisa belajar menggunakan media sosial lain,” ujar Yanto saat ditemui di sela pelatihan.

Kepala Bidang Usaha Menengah Kecil (UMK) Disperinkop UKM Kota Jogja Bebasari Sitarini menyampaikan, pelaku UMKM harus adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sebab jika tidak mengikuti maka mereka dapat ketinggalan zaman.

Sita sapaannya menyebut, melalui pemanfaatan media digital pelaku UMKM tidak hanya meningkatkan penjualan. Namun bisa membantu branding pelaku usaha agar produk bisa lebih dikenal.

Oleh karena itu, dia meminta, agar pelaku UMKM tidak terjebak dengan penjualan secara offline saja. Pun jika mengalami kendala gaptek bisa dikolaborasikan dengan pelaku usaha lain atau anggota keluarga yang lebih muda.

Sita menuturkan, untuk bisa merambah ke pemasaran digital modal utama yang harus dimiliki pelaku UMKM adalah niat untuk berkembang. Sebab perangkat seperti handphone sudah cukup mudah didapat dan mayoritas pelaku usaha sudah memiliki.

“Pemasaran digital harus konsisten, kemudian juga kesiapan modal karena UMKM sering tidak bisa memenuhi besarnya permintaan secara online,” bebernya.

Sementara itu, Direktur Operasional dan Bisnis PT. BPR Bank Jogja Heri Sutanto menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk mendukung pelaku UMKM. Salah satunya dengan menginisiasi pelatihan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kreativitas pemasaran digital.

Dari sisi perbankan, menurutnya, Bank Jogja juga memiliki beberapa program kredit khusus bagi UMKM. Misalnya kredit Migunani dengan pinjaman maksimal Rp. 50 juta dan bunga hanya 0,5 persen. Lalu juga kredit Istimewa dengan maksimal pinjaman Rp. 1 miliar.

“Sampai saat ini sudah ada 900 pelaku UMKM yang memanfaatkan kredit Bank Jogja,” ungkap Heri . (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#pemasaran #pemasaran digital #gaptek #UMKM Jogja #digital #Gagap Teknologi