JOGJA - Beberapa koleksi pustaka dokumen koran dan majalah lawas di Jogja Library Center (JLC) yang terletak di Jalan Malioboro, Jogja mengalami kerusakan. Hal itu disebabkan karena adanya kerusakan pada atap bangunan perpustakaan yang menyebabkan kelembaban berlebih dan koleksi terkena air saat hujan.
Bangunan dengan gaya indish yang masuk dalam aset cagar budaya tersebut berada jejeran pertokoan di kawasan Malioboro. Dari luar, perpustakaan tempat menyimpan berbagai macam arsip, khususnya koran dan majalah terbitan lawas tersebut terlihat sepi.
Saat masuk ke dalam bangunan, beberapa pengunjung terlihat sedang mencari berkas-berkas koran edisi lama. Sekilas, bangunan memang tampak tua, namun tetap kokoh. Atap-atap yang dikabarkan rusak, setelah diamati di secara menyeluruh tidak ditemukan.
Ia menilai kerusakan atap tidak begitu parah. Karena tidak terlihat secara kasat mata, terlebih jika cuaca tidak hujan. "Sebetulnya rusaknya itu tidak hancur seperti bayangan orang, kebanyakan karena lembab," bebernya.
Atap di bagian pojok dinding lebih banyak dijumpai bocor. Kebocoran itu menambah kelembaban di ruangan tempat menyimpan koleksi perpustakaan yang menjadikan cetakan koran gampang rusak. "Kalau pas waktu hujan itu keliatan banget nanti ngrembes airnya," terangnya.
Kebocoran tersebut membuat sebagian koleksi rusak. Namun, beberapa koleksi pustaka sudah dialih mediakan ke dalam bentuk digital. Hal itu terus dilakukan untuk mengantisipasi kerusakan-kerusakan pada seluruh koleksi karena termakan usia."JLC itu isinya koleksi pustaka dan paling banyak majalah sama koran," jelasnya.
Baca Juga: Sambut Kemerdekaan Republik Indonesia, Laxston Hotel Gelar Kegiatan Sosial Donor Darah
Perbaikan-perbaikan kecil juga telah dilakukan oleh para penjaga dan karyawan perpustakaan agar dampak dari kebocoran atap tidak semakin parah. Namun, untuk rehabilitasi yang mengarah ke permanen, pihaknya masih menunggu persetujuan lanjut. "Karena semua material bangunan ini berharga, jangan sampai waton diganti," ucapnya.
Menurutnya, Balai Layanan Keperpustakaan atau Seksi Pelestarian yang bertugas untuk memperbaiki koleksi perpustakaan sudah bergerak memperbaiki koleksi yang sudah rusak. Maka dari itu, kerusakan karena kebocoran tersebut langsung ditangani oleh balai tersebut. (oso/pra)