Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dua Siswa dan Satu Guru Sekolah Rakyat Sonosewu Mengundurkan Diri, Alasannya Bikin Kaget

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 14 Agustus 2025 | 22:21 WIB
Sekolah Rakyat di Sonosewu, Bantul
Sekolah Rakyat di Sonosewu, Bantul

JOGJA - Dua siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 19 di Sonosewu, Bantul resmi mengundurkan diri dengan alasan tidak betah. Dua kursi kosong tersebut kini sudah terisi oleh siswa yang punya motivasi tinggi untuk bersekolah.

"Sudah lengkap 200 siswa karena dari pihak Dinsos DIY sudah mencarikan," ujar Kepala Sekolah SR Menengah Atas 19 Sonosewu Agus Ristanto saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (14/8/2025).

Berkaitan dengan penetapan dua siswa tersebut, mereka sudah diberikan Surat Keputusan (SK) resmi. SK terbit setelah dua pekan lalu, dua siswa AHF asal bantul dan SNKP asal Sleman mengundurkan diri.

"Mereka tidak betah dan tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan asrama karena mewajibkan untuk menginap," ujarnya.

Menurutnya, orang tua dari kedua siswa sebenarnya sangat berkehendak menyekolahkan anaknya ke SR. Namun, dari siswanya sendiri yang tidak betah dan ingin mundur. Pihaknya juga tidak bisa memaksa karena itu merupakan hak masing-masing.

"Makanya mereka mengajukan pengunduran diri, tidak ada yang mengeluarkan," tuturnya.

Ia menilai, ke depan tidak menutup kemungkinan akan ada siswa-siswa lain yang mengundurkan diri. Bisa dengan alasan tidak betah atau karena faktor kesehatan.

"Soalnya kemarin ada indikasi seorang siswa yang sakit, hipertensinya tinggi," bebernya.

Selain itu, di SRM Sonosewu juga terdapat satu guru yang mengajukan pengunduran diri. Guru tersebut mengampu mata pelajaran Agama Katolik. Padahal, pihaknya sudah menunggu kedatangan guru tersebut sejak dibukanya SR, namun tak kunjung datang.

"Alasannya karena jam mengajar sudah penuh dan tidak memungkinkan untuk menambah jam mengajar di SR," ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial DIY Endang Patmintarsih mengatakan keputusan pengunduran diri dua siswa tersebut telah melalui koordinasi dengan orang tua masing-masing. Mereka kemudian diarahkan untuk membuat surat pengunduran resmi apabila keputusan untuk tidak mau melanjutkan sudah bulat.

“Kami minta mereka membuat surat pengunduran diri supaya tidak ada salah pengertian, seolah-olah dipulangkan oleh kami," ujarnya.

Dua kursi kosong, lanjutnya, kini telah terisi oleh anak yang mempunyai motiviasi tinggi untuk sekolah. Saat ini mereka telah masuk dan aktif bersekolah di SRMA Sonosewu.

“Anak yang menggantikan ini bagus, memang mau sekolah, dan akan kami dorong serta dampingi,” bebernya. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#mengundurkan diri #tidak betah #Dinsos DIY #kursi kosong #Sekolah Rakyat #Sekolah Rakyat Sonosewu