JOGJA - Kegiatan bertajuk “Bedah Buku Koleksi Perpustakaan” digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY. Kali ini buku yang dibedah berjudul “Bagaimana Membaca Sastra ?” karya Yosi Sulastri.
“Bedah buku merupakan komitmen untuk memajukan literasi. Sekaligus memperkaya wawasan masyarakat terhadap karya-karya sastra inspiratif,” ucap Sekretaris DPAD DIY Muhamad Rosyid Budiman saat membuka acara di Ruang Seminar Grhatama Pustaka Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIY Selasa (12/8).
Dikatakan, buku "Bagaimana Membaca Sastra?" mengajak pembaca mendalami dunia sastra secara lebih bermakna. Karya sastra bisa menjadi cermin kehidupan. Sekaligus jembatan bagi pembaca lebih mengenal dunia.
“Buku ini tidak hanya membahas bagaimana membaca karya sastra dari beragam pendekatan. Tapi juga mengajak pembaca menikmati sastra,” ujar Rosyid yang datang mewakili Kepala DPAD Kurniawan.
Bedah buku melibatkan berbagai komunitas sastra. Ada 30 komunitas sastra se-DIY yang diundang. Menurut dia, komunitas sastra memiliki peran vital menghidupkan dunia kesastraan.
Dia mengapresiasi semangat dan dedikasi para pegiat sastra yang terus menghidupkan diskusi di tengah masyarakat. Rosyid berharap, kolaborasi antara komunitas sastra dengan pemerintah bisa terus terjalin. “Semakin memperkuat budaya literasi di Yogyakarta yang dikenal sebagai kota budaya dan pendidikan,” tandasnya.
Penulis Yosi Sulastri menyampaikan, lewat buku karyanya pembaca bisa lebih mengenal sastra. Dari sisi keindahan maupun makna kehidupan yang terkandung dalam karya sastra. Tidak semua pembaca atau penikmat sastra bisa mencapai titik dulce et utile atau menyenangkan dan berguna.
Buku "Bagaimana Membaca Sastra?" dirinya memberi beberapa pilihan membaca sastra dengan berbagai pendekatan. Misalnya, lewat analisis dari teori sosiologi sastra, psikologi sastra, antropologi sastra, maupun ekologi sastra.
Juga menguraikan membaca sastra secara mendalam. Menurut dia, karya sastra bisa menjadi cara memaknai kehidupan sosial, budaya, agama, dan politik.
Yosi berpandangan, sastra bukan hanya sekadar karya. Namun bisa menjadi alternatif hiburan bagi setiap kalangan. “Sastra menawarkan kesejukan gagasan yang bisa menjadi cerminan menjalani kehidupan,” ingat penulis buku yang juga Pimred Bintang Semesta Media.
Dia yakin, uraian di setiap bab buku “Bagaimana Membaca Sastra?” juga memberikan wawasan baru bagi pembaca. Dengan begitu, karya sastra bisa ditelisik lebih mendalam.
Bedah buku itu juga menghadirkan narasumber Tristanti Apriani. Dia sehari-hari dosen Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan. Dia memaparkan proses membaca karya sastra bukan sebuah hal yang sederhana. Namun bisa menantang setiap pembaca untuk menyerapnya lebih dalam. Diskusi dipandu Nurrahmawati dari Bintang Semesta Media. (inu/kus)
Editor : Sevtia Eka Novarita