JOGJA - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jogja berencana kembali menambah mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM). Pengadaannya sudah diajukan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2025.
Kepala Disdukcapil Kota Jogja Septi Sri Rejeki mengatakan, ada satu unit mesin ADM yang diajukan dalam APBD perubahan tersebut. Sehingga untuk tahun ini ada sepuluh unit mesin ADM yang bisa digunakan oleh masyarakat.
Septi menyatakan, untuk saat ini mesinnya sudah mulai dibuat oleh pihak penyedia jasa dengan anggaran sebesar Rp. 250 juta. Namun untuk penempatannya masih dalam pembahasan dengan legislatif.
Untuk saat ini ada sembilan titik mesin ADM di Kota Jogja yang sudah berfungsi. Tersebar di Kantor Dinas Dukcapil Kota Jogja, Mall Pelayanan Publik (MPP), kantor Kemantren Jetis, kantor Kemantren Mergangsan.
Lalu UPT PASTY, UPT Taman Pintar, kantor Kemantren Danurejan, kantor Kemantren Wirobrajan, dan kantor Kelurahan Rejowinangun.
“Untuk satu unit mesin belum kami rencanakan mau ditaruh di mana, baru akan kami koordinasikan dengan DPRD,” ujar Septi saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Senin (11/8/2025).
Menurut Septi, pihaknya sudah membuat kesepakatan dengan Komisi A DPRD Kota Jogja agar mesin ADM bisa tersedia di 14 kemantren. Program tersebut ditarget terwujud pada tahun 2026 mendatang.
Dia optimistis, program itu bisa terwujud. Namun tentu pihaknya harus memiliki anggaran yang memadai. Sebab kebijakan efisiensi anggaran beberapa waktu cukup mempengaruhi pengadaan mesin ADM tersebut. Sehingga satu unit mesin baru bisa terwujud di APBD Perubahan.
“Kami akan melihat ketersediaan anggaran, jika ada, tentu saja terwujud target 2026 tersedia mesin ADM di 14 kemantren,” ungkap Septi.
Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kota Jogja Susanto Dwi Antoro memang meminta agar mesin ADM bisa tersedia di seluruh kemantren. Sebab kehadirannya cukup membantu masyarakat untuk mencetak administrasi kependudukan seperti KK, akta kelahiran, hingga Surat Keterangan Pindah WNI.
Toro sapaannya menilai, pihaknya akan mendukung alokasi anggaran untuk mewujudkan tahun 2026 mesin ADM bisa tersedia di 14 kemantren. Namun dia berharap agar Disdukcapil Kota Jogja bisa meningkatkan layanan di mesin ADM. Misalnya bisa untuk merubah status kependudukan.
“Sebab untuk melakukan perubahan status kependudukan sampai saat ini masih manual, kami berharap itu bisa di mesin ADM,” katanya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin