Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Program KB Vasektomi Makin Diminati di Kota Jogja, 15 Pria Antre Tahun Ini

Iwan Nurwanto • Minggu, 10 Agustus 2025 | 20:55 WIB
Ilustrasi kb pria vasektomi (DOK JAWAPOS)
Ilustrasi kb pria vasektomi (DOK JAWAPOS)

JOGJA - Kontrasepsi dengan Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi kini mulai diminati di Kota Jogja.

Bahkan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja mencatat ada antrean tahun ini.

Analis Kebijakan Ahli Muda Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga DP3AP2KB Kota Jogja Ummatul Baroroh mengatakan, minat masyarakat khususnya pria untuk melakukan vasektomi memang mulai naik.

Hal itu tampak dari sudah tercapainya target lima akseptor pada bulan April lalu.

Kemudian, pada hingga bulan Agustus ini diketahui sudah ada 15 pria yang antre untuk ikut dalam kontrasepsi MOP. Capaian tersebut diharapkan terus meningkat.

“Artinya minat masyarakat terus tumbuh,” ujar Ummatul saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Minggu (10/8/2025).

Ummatul menyebut, kalangan wanita yang melakukan kontrasepsi Metode Operasi Wanita (MOW) atau yang lebih dikenal dengan tubektomi juga cukup tinggi. Sampai saat ini diketahui sudah mencapai sekitar 30 akseptor.

Lalu metode lain seperti IUD sudah tercapai 518 akseptor dan implan 131 akseptor. Meskipun cukup banyak, jumlah itu masih jauh dari target Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) sebanyak 1.430 akseptor karena baru mencapai separuhnya.

Guna mendongkrak capaian MKJP, DP3AP2KB Kota Jogja pun menggalakkan program Gertak KB atau akronim dari Gerakan Serentak Pelayanan KB.

Program tersebut melibatkan tenaga kesehatan dan fasyankes untuk mendatangi langsung masyarakat yang membutuhkan pelayanan KB.

Gertak KB diketahui juga tidak hanya dilakukan di puskesmas atau rumah sakit.

Namun juga menyasar pusat kegiatan masyarakat seperti pasar tradisional dan toko-toko ritel.

Ummatul menyebut, Gertak KB sudah berjalan di Pasar Beringharjo, Pasar Ngasem, Pasar Sentul, Pasar Prawirotaman, Pasar Kotagede, Pasar Gading, Pasar Legi, Pasar Telo, Pasar Cendrawasih, dan Pasar Candra. Lalu juga dilaksanakan di Superindo Jalan Parangtritis.

“Khusus untuk metode MOW dan MOP, akseptor memperoleh pengganti biaya hidup sebesar Rp. 450 ribu dan dana pemulihan Rp. 550 ribu,” bebernya.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Jogja Retnaningtyas menyampaikan, angka pertumbuhan penduduk saat ini berada di kisaran 1,65 persen.

Meskipun persentasenya cukup rendah, pihaknya tetap menggencarkan pelayanan KB bagi masyarakat.

Sebab pelayanan KB menurutnya bukan semata untuk mencegah kelahiran.

Namun juga lebih bagaimana memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat mengatur jarak kelahiran dan mencegah terjadinya kelahiran pada saat yang tidak tepat.

“Gertak KB menjadi satu program quick win berkelanjutan untuk meningkatkan cakupan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi,” jelas Retnaningtyas. (inu)

Editor : Bahana.
#Kota Jogja #vasektomi #KB