Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Khawatir Sebabkan Banjir, Pemkot Jogja Normalisasi Sungai Code dan Winongo

Zakki Mubarok • Jumat, 8 Agustus 2025 | 05:29 WIB
Personel satgas sungai mengambil sampah yang tersangkut di trash barrier yang terpasang di Sungai Code, kawasan Bintaran, Kota Jogja, kemarin (7/8). Pemkot Jogja akan memulai program normalisasi sunga
Personel satgas sungai mengambil sampah yang tersangkut di trash barrier yang terpasang di Sungai Code, kawasan Bintaran, Kota Jogja, kemarin (7/8). Pemkot Jogja akan memulai program normalisasi sunga

JOGJA - Pemkot Jogja berencana melakukan normalisasi Sungai Code dan Winongo. Rencananya, kegiatan itu dimulai bulan ini.


Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, kondisi beberapa sungai yang melintasi wilayah Kota Jogja dangkal. Ada tumpukan sedimen yang sudah lama tidak dikeruk. Jika terus dibiarkan bisa berdampak banjir saat musim penghujan.


”Sudah puluhan tahun tidak dikeruk sedimentasinya,” jelas Hasto saat ditemui di Balai Kota Jogja, Kamis (7/8).

Baca Juga: Memprihatinkan, Sampah yang Dibuang ke Sungai Code Kota Jogja Capai Enam Ton Per Bulan
Menurutnya, bentuk normalisasi sungai berupa pengerukan sedimentasi dan pembersihan sampah. Karena itu, diperlukan alat berat yang dipinjam dari pemerintah provinsi dan pusat.


Rencananya, alat berat akan mulai diturunkan maksimal minggu ketiga bulan ini. Untuk tahap awal, pemkot memetakan titik-titik yang memungkinkan menjadi akses alat berat.


”Nanti seluruh sungai akan dinormalisasi. Mulai Code, Gajahwong, hingga Winongo. Tapi, untuk tahap awal Code dan Winongo,” ujarnya.

Baca Juga: Terus Komitmen Jaga Kelestarian Sungai Winongo Gelar Sedekah Toyam Sanggar Cakra Adiluhung
Meski ada yang dikeruk, Hasto menggaransi material sedimen tidak akan dijual. Namun, akan digunakan untuk menambal cekungan tanah dan lahan pertanian.


Mantan Bupati Kulonprogo ini menyebut, normalisasi sungai juga berbarengan dengan penataan. Pemkot kelak akan membangun akses jalan di sepanjang bantaran. Juga, membuat rumah menghadap ke arah sungai.


Lewat upaya itu, kawasan bantaran sungai di Kota Jogja nantinya akan dibuat lebih bersih. Lalu diharapkan, bantaran sungai bisa memiliki potensi yang mampu menarik wisatawan.

Baca Juga: Pelaku Penembakan Penjual Layangan di Lapangan Minggiran Merupakan Anggota Satpol PP Kota Jogja
Hasto menyampaikan, dalam normalisasi itu pemkot juga mendapat arahan Gubernur DIJ HB X. Salah satu isinya agar pemkot berkoordinasi dengan Sleman dan Bantul.


Menindaklanjuti arahan tersebut, Hasto memastikan akan berkomunikasi dengan Pemkab Sleman dan Bantul. Sebab, pemkot berencana untuk memasang trash barrier di masing-masing perbatasan wilayah.


“Intinya kan kami (Kota Jogja, Red) tidak mau kena sampah. Jadi kami tidak mengotori Bantul dan Sleman juga mengikuti tidak buang sampah ke sungai,” bebernya.


HB X berpesan koordinasi lintas kabupaten menjadi hal yang cukup krusial. Sehingga, pemprov pun akan membantu koordinasi dengan Pemkab Sleman dan Bantul agar membantu menjaga kebersihan sungai.


Sultan menyatakan, lewat normalisasi dan penataan yang dilakukan pemkot harapannya bisa membawa manfaat bagi masyarakat. Salah satu contohnya, sungai bisa menjadi destinasi wisata yang muaranya dapat mendongkrak perekonomian. (inu/zam)

 

Editor : Herpri Kartun
#Kota Jogja #gajahwong #sungai code #sungai winongo #Sungai Gajah Wong #Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo #Balai Kota Jogja