Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja DIY Selenggarakan Pelatihan bagi Paramedis, Peserta Pratikkan Cegah Kebakaran dan Kunjungan ke Perusahaan

Kusno S Utomo • Kamis, 7 Agustus 2025 | 17:10 WIB

Materi DI KELAS: Peserta pelatihan hiperkes dan keselamatan kerja bagi paramedis yang diadakan Balai K3 DIY mendapatkan materi dari narasumber berbagai latar belakang. Ketua Komisi D DPRD DIY
Materi DI KELAS: Peserta pelatihan hiperkes dan keselamatan kerja bagi paramedis yang diadakan Balai K3 DIY mendapatkan materi dari narasumber berbagai latar belakang. Ketua Komisi D DPRD DIY


JOGJA - Memasuki pelatihan hari keempat, para peserta pelatihan hiperkes dan keselamatan kerja bagi paramedis akan menjalankan praktik lapangan. Antara lain berupa pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Kemudian praktik pemeriksaan kesehatan kerja.


Selain ada juga materi seputar fasilitasi penempatan tenaga kerja dalam negeri dan pekerja migran Indonesia. Ada juga soal industrial dan pengupahan. Berikutnya materi program keselamatan kerja, kecelakaan kerja dan sistem pelaporan.


“Setelah itu peserta mengikuti kunjungan ke perusahaan,” ucap Kepala Balai Keselamatan dan Keselamatan Kerja (K3) DIY Hendrati Heni Kenyati di kantornya Jalan Ireda No. 38 Keparakan, Jogja, Rabu (6/8).


Perusahaan yang dikunjungi itu adalah PT Tonggak Ampuh. Lokasinya berada di Jalan Magelang Km 15 Triharjo, Sleman. PT Tonggak Ampuh bergerak pada pengadaan tiang beton untuk listrik PLN.


Baik praktik penanggulangan kebakaran maupun kunjungan lapangan perusahaan dilakukan hari ini Kamis (7/8). Heni, sapaan akrabnya, menjelaskan pelatihan berlangsung selama lima hari. Dimulai sejak Senin (4/8) lalu dan berakhir Jumat (8/8) besok. Penjelasan ini sekaligus meluruskan berita sebelumnya yang menyebutkan pelatihan berlangsung selama tiga hari.


Dikatakan, praktik kunjungan ke perusahaan bertujuan guna mengenalkan secara langsung gambaran dunia kerja. Peserta pelatihan merupakan mahasiswa profesi keperawatan di Universitas Achmad Yani Yogyakarta.


Sebelumnya mengadakan praktik, peserta memperoleh beragam materi dari narasumber. Meliputi penguatan SDM, peraturan perundang-undangan, hiegene faktor biologi dan pertolongan pertama pada kecelakaan. Lalu hiegene faktor industri kimia serta ergonomo dan fisiologi kerja.


Ada juga materi soal fungsi, tugas pokok dan ruang lingkup perawat perusahaan. BPJS ketenagakerjaan, gizi kerja dan pengelolaan makanan di perusahaan, program rehabilitasi serta penerapan K3 di perusahaan.

Baca Juga: Beri Edukasi Pekerja, Sentuh dari Hulu hingga Hilir,  Pelatihan Hiperkes dan Keselamatan Kerja bagi Paramedis Balai K3 DIY
Materi lainnya menyangkut program pengendalian pencegahan HIV, TBC, dan Napza di tempat kerja. Program pelayanan kesehatan, penyakit akibat kerja dan sistem pelaporan jenis pemeriksaan kesehatan kerja. Ditambah hiegene industri faktor fisika.


Selama lima hari, peserta juga mendapatkan materi dari Ketua Komisi D DPRD DIY Rb. Dwi Wahyu Budiantoro. Dia tampil menjadi narasumber pada hari kedua, Selasa (5/8).


Dia menyampaikan materi pemberdayaan masyarakat. Dwi ingin para peserta menyadari keselamatan kerja bisa menyentuh dari hulu hingga ke hilir. Ditambahkan, pelatihan itu merupakan dorongan yang diinisiasi DPRD DIY. Kepentingannya dalam rangka mengedukasi pekerja terkait keselamatan kerja.


Fenomena kecelakaan kerja sering kali dipengaruhi permasalahan dari pekerjanya. "Faktor kesehatan, mental dan kondisi psikis yang membuat para pekerja tidak fokus," bebernya.


Dwi mewanti-wanti agar semua anggota dewan dan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemda DIY harus proaktif memberikan perlindungan bagi para pekerja. Kolaborasi dan sinergi antar OPD juga harus dibangun. Misalnya. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY mendukung pemberdayaan dan program UMKM naik kelas melalui berbagai pelatihan.


Antara lain pelatihan menjahit, kuliner dan lainnya. “Pelatihan bagi UMKM bisa dilakukan balai latihan di bawah dinas tenaga kerja dan transmigrasi. Ini berarti ada sinergi dengan dinas koperasi maupun dinas perindag,” harapnya.


Untuk melindungi kesehatan para pekerja, dia ingin tidak hanya mengandalkan dari BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan. Namun juga ada upaya-upaya lain yang bersifat preventif kepada para karyawan lainnya. (oso/kus)

 

Editor : Herpri Kartun
#dinas tenaga kerja dan Transmigrasi DIY #OPD #Balai K3 #dprd diy #BPJS #UMKM #pln