Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lewat Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025, Kota Jogja Optimistis Jadi Ibu Kota Budaya Indonesia

Iwan Nurwanto • Rabu, 6 Agustus 2025 | 21:01 WIB

 

MERIAH: Suasana Rakernas JKPI 2025 yang diselenggarakan di Hotel Tentrem pada Rabu (6/8/2025). Kegiatan tersebut diikuti 75 pemerintah kota dan kabupaten di Indonesia.
MERIAH: Suasana Rakernas JKPI 2025 yang diselenggarakan di Hotel Tentrem pada Rabu (6/8/2025). Kegiatan tersebut diikuti 75 pemerintah kota dan kabupaten di Indonesia.


JOGJA - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Seminar Internasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025 resmi dibuka pada Rabu (6/8/2025) di Hotel Tentrem.

Lewat kegiatan tersebut, Kota Jogja optimistis bisa menjadi ibu kota budaya.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, dilaksanakannya JKPI di Kota Jogja merupakan langkah awal menuju hal tersebut.

Jika predikat itu berhasil disandang, tentu akan memberi makna yang besar bagi Kota Jogja.

Sebab, lewat kegiatan budaya yang diselenggarakan dapat memberi multiplier effect bagi masyarakat.

Terkhusus dalam hal perekonomian.

“Mudah-mudahan Kota Jogja ditetapkan sebagai ibu kota budaya Indonesia, karena saya kira itu akan sangat bermakna bagi Yogyakarta,” ujar Hasto disela Rakernas JKPI 2025, Rabu (6/8/2025).

Mantan Bupati Kulonprogo periode 2011-2019 itu pun menyatakan, melalui JKPI 2025 juga menjadi momentum bagi Kota Jogja untuk memperkuat ekosistem budaya.

Sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat karena banyak sektor yang dilibatkan.

Misalnya untuk kegiatan Rakernas dan Seminar Internasional JKPI 2025 ada kerjasama dengan usaha perhotelan.

Lalu untuk rangkaian kegiatan lain juga melibatkan pelaku UMKM dan sektor usaha lain.

Hasto pun menilai, JKPI 2025 juga menjadi waktu yang tepat untuk memperkenalkan potensi wisata di Kota Jogja.

Sebab ada 75 pemerintah kota dan kabupaten yang menjadi anggota JKPI.

“Momentum seperti ini harus bisa untuk mengupgrade destinasi baru,” kata Hasto.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menyampaikan, JKPI memiliki peran strategis untuk menjadikan pusaka sebagai sumber daya yang bernilai bagi daerah.

Sehingga dapat membentuk masa depan daerah yang cerdas, beretika dan kontekstual.

HBX pun mendorong, agar melalui Rakernas JKPI bisa memantapkan arah bersama bago seluruh daerah.

Agar kemudian konsep pelestarian pusaka tidak hanya sekedar reaktif, administratif dan simbolik.

“Sebab kota pusaka yang menghidupi tapi juga bermakna,” tandas HBX. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#jaringan kota pusaka indonesia #rakernas #ibu kota budaya #Hotel Tentrem Yogyakarta #Rapat Kerja Nasional #hotel tentrem