JOGJA - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY terus mendorong berjalannya Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Salah satu upayanya dilakukan dengan kolaborasi program makan bergizi gratis (MBG).
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) DIY Aria Nugrahadi mengatakan, MBG bisa menjadi langkah meningkatkan Gemarikan. Sebab ikan maupun produk olahannya bisa menjadi salah satu bahan makanan dalam program pemerintah pusat tersebut.
Aria memandang, strategi DKP DIY untuk menggenjot konsumsi ikan melalui program MBG sudah sangat tepat. Dikarenakan, tidak hanya tingkat Gemarikan saja yang meningkat. Namun juga perekonomian masyarakat.
Sebab, sektor perikanan di DIY memiliki rantai distribusi yang kompleks. Lantaran melibatkan nelayan, petani ikan, hingga pelaku usaha makanan olahan ikan.
Oleh karena itu, dia berharap agar ikan maupun olahan dari pelaku usaha lokal bisa menyuplai bahan pangan untuk dapur MBG. Sebab serapannya pasti cukup besar.
“Ini sebuah langkah strategis karena lewat program nasional, bisa mendorong gemar makan ikan dan mendongkrak perekonomian masyarakat,” ujarnya saat rapat koordinasi Zero Waste dan Pangan Akuatik pada Program Makan Bergizi Gratis di Ruang Gurami Kantor DKP DIY Selasa (5/8).
Wakil Ketua DPRD DIY Budi Waljiman menuturkan, tingkat konsumsi ikan di DIY baru 35,8 kilogram per kapita/tahun. Jauh dari rerata nasional yang berada di angka 57,6 kilogram per kapita/tahun.
Politisi Partai Gerindra itu menilai, tingkat konsumsi ikan yang masih rendah itu tentu menjadi bentuk keprihatinan. Sebab ikan memiliki banyak nutrisi yang baik untuk kesehatan. Termasuk di dalamnya mengatasi malnutrisi dan stunting bagi anak-anak.
Oleh karena itu, Budi ingin nantinya produk olahan ikan bisa menjadi menu dapur MBG secara periodik. Namun wajib dengan bentuk kerjasama antara petani ikan, nelayan, dan pelaku UMKM lokal yang bergerak di bidang olahan ikan.
“Skemanya harus ditata agar dapat menggerakkan perekonomian lokal,” pesannya. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita