JOGJA - Bendera One Piece ternyata banyak diburu di Kota Jogja. Namun para pedagang diketahui takut untuk menjual simbol salah satu anime asal Jepang tersebut.
Salah satunya Ikhsanudin. Pedagang bendera di Jalan Juminahan, Ngupasan, Gondomanan itu mengaku banyak yang mencari bendera One Piece.
“Setiap hari pasti ada yang nyari, dua sampai tiga orang pasti tanya dan ingin beli bendera itu,” ujar pria 48 tahun itu kepada Radar Jogja, Senin (4/8/2025).
Namun meski banyak peminatnya, Ikhsanudin menyatakan takut menjual bendera berlambang tengkorak dengan topi jerami tersebut. Alasannya karena takut ditindak oleh pemerintah.
Dia pun menyampaikan, bahwa belum mengetahui secara pasti makna dari bendera One Piece tersebut. Sepengetahuannya, bendera tersebut hanya memiliki arti Indonesia sedang berduka.
“Kalau menjual itu saya takut digaruk pemerintah,” kata Ikhsanudin.
Sementara terkait dengan dampak fenomena One Piece terhadap penjualan bendera merah putih. Ikhsanudin menyebut, belum terlalu berdampak.
Dalam sehari, bendera merah putih yang laku di lapaknya bisa laku hingga 15 buah. Harganya juga bervariatif tergantung ukuran. Misalnya untuk bendera berukuran panjang 3,5 meter dibanderol Rp. 35 ribu.
Ikhsanudin pun menyampaikan, belum berencana untuk menjual bendera One Piece. Meskipun diakuinya peminatnya memang cukup banyak.
“Belum ada pikiran untuk menjual, sementara menghabiskan yang ada saja,” bebernya.
Penjual bendera lain di Jalan Magelang, Suyanto pun berpikiran hal yang sama. Dia mengaku juga takut menjual bendera lambang bajak laut tersebut.
“Belum ada niat jualan, takut saya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jogja Nindyo Dewanto menilai, pihaknya tidak punya hak untuk mengomentari fenomena pengibaran bendera One Piece. Sebab menurutnya hal tersebut hanya bentuk ekspresi dari masyarakat.
“Terlepas itu bentuk dari kekecewaan atau kesenangan masyarakat, hal itu hanya perlu kami perhatikan,” tuturnya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin