Total penyaluran bantuan tersebut di Indonesia elah mencapai lebih dari 50 persen dari target keseluruhan penerima manfaat.
"Ini masih berjalan, kami bersama mas Wapres berkeleiling di Indonesia unutk penyerahan BSU, terakhir tanggal 1 kemarin di Nusa Tenggara Barat (NTB)," ujar Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Eko Nugriyanto saat ditemui di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (2/8).
Secara nasional, tahun ini pemerintah menargetkan sebanyak 17 juta penerima manfaat BSU. Hingga saat ini, informasi terakhir yang ia dapat sudah tersalurkan sebanyak 12 juta penerima.
"Sudah lebih dari 50 persen tersalurkan," tuturnya.
Menurutnya, pemerintah menargetkan secepatnya agar BSU bisa tersalurkan 100 persen.
Mekanisme pencairan BSU dicairkan dalam satu tahap senilai Rp 600 ribu secara langsung ke rekening penerima.
Berbeda dari tahun sebelumnya, pencairan terbagi menjadi dua yakni Rp 300 per bulan selama dua bulan.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta Rudi Susanto menambahkan terdapat sekitar 348.000 pekerja di seluruh DIY yang berpotensi menjadi calon penerima BSU.
Data detailnya 185.000 pekerja di Kota Jogja, 17.000 Kabupaten Kulon Progo, Bantul 44.000, Sleman 76.000 dan Gunungkidul sekitar 26.000.
Data tersebut berdasarkan peserta keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan yang masuk dalam kriteria penerima BSU. Data itulah yang nanti akan validasi oleh pihak Kemenaker.
"Namun belum tentu itu semua mendapatkan BSU," tuturnya.
Rudi, sapaan akrabnya, juga tidak bisa melakukan pengecekan terkait jumlah pasti pekerja DIJ yang mendapatkan BSU tahun ini.
Pengecekkan hanya bisa dilakukan dari pusat yakni Kemenaker. Menurutnya, tidak semua peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa lolos mendapatkan BSU.
Penyebabnya bervariasi, terutama adanya syarat administrasi yang tidak lengkap atau berbeda.
Maka dari itu, peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa melakukan pembaruan data secara online melalui aplikasi Jamsostek Mobile Online (JMO) untuk peserta mandiri.
Atau SIPP jika pembaruan dilakukan oleh perusahaan tempat bekerja.
Beberapa kendala yang sering ditemui petugas BPJS Ketenagakerjaan adalah terkait data diri dan rekening dari calon penerima BSU yang berubah.
Apabila data tersebut tidak segera diganti, maka otomatis mereka tidak akan mendapatkan BSU.
"Beberapa diantaranya juga menggunakan bank di luar Himbara," tambahnya.
Salah satu penerima BSU di DIJ Prasetya mengatakan telah mendapatkan transferan BSU ke rekeningnya pada awal Juli.
Tidak ada pemberitahuan sebelumnya melalui email atau nomor telepon. Ia tiba-tiba hanya melihat notifikasi dari mobile banking di handphone miliknya.
"Alhamdulilah sudah cair, bahkan malah sudah habis," ujarnya.
Menurutnya, BSU sangat membantu perekonomiannya.
Salah satunya untuk membantu orangtua yang sedang proses memperbaiki rumahnya.
Terlebih pendapatan dalam pekerjaanya hanya sebesar UMR Kabupaten Sleman Rp 2,5 juta.
"Sangat membantu, di saat barang banyak yang naik," tandasnya. (oso)
Editor : Bahana.