JOGJA - Program normalisasi aliran sungai Kota Jogja bakal segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Upaya itu dilakukan untuk mendukung kehadiran sumbu filosofi.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, normalisasi sungai direncanakan terlaksana pada bulan Agustus mendatang. Pada tahap awal akan disasar Sungai Code. Lalu menyusul sungai Winongo dan Gajahwong.
Adapun tujuan normalisasi sungai itu, kata Hasto, untuk mendukung kehadiran sumbu filosofi yang sudah menjadi warisan budaya dunia yang ditetapkan oleh UNESCO. Sehingga kebersihannya pun harus dijaga karena mengapit sumbu filosofi tersebut.
“Kalau sungai yang mengapit mbleketek (kotor) seperti sekarang kan tidak bagus juga, karena harapan saya sungai itu jadi destinasi,” ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota Jogja, Selasa (29/7/2025).
Mantan Bupati Kulonprogo periode 2011-2019 itu menilai, program normalisasi sungai juga memang sudah saatnya dilakukan. Sebab diakuinya pemerintah kota (pemkot) telah puluhan tahun tidak melakukan normalisasi atau pembersihan secara besaran-besaran.
Hasto mengaku, dalam upaya normalisasi sungai itu pihaknya akan mengerahkan alat berat. Kemudian juga mengajak masyarakat lewat lomba kebersihan sungai dan rumah tangga.
“Target kami bulan Agustus sudah bisa memulai, sekaligus untuk merayakan kemerdekaan RI,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja, Sigit Setiawan menyampaikan, pihaknya juga tengah melaksanakan penataan kawasan bantaran sungai. Ada tujuh rumah yang di kawasan Kotabaru yang menjadi sasaran.
Program penataan kawasan bantaran sungai itu mengusung konsep Perumahan dan Permukiman Layak Huni (Mahanani).
Yakni sebuah rancangan penataan yang membuat kawasan kumuh lebih tertata dalam hal penyediaan jalan, drainase, hingga pengelolaan limbahnya.
“Pembangunan fisik dimulai pada awal Juli 2025,” bebernya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin