JOGJA - Inkubasi Bisnis Saka Wirausaha 2025 resmi dibuka langsung oleh Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) GKR Mangkubumi di Hotel Ros In Yogyakarta, Senin (28/7/2925).
Peserta inkubasi bisnis tahun ini adalah para anggota Saka Wirausaha tahun 2024 dan 2025 yang telah diseleksi oleh Pimpinan Saka Wirausaha Tingkat Cabang.
Putra Sulung Raja Keraton Jogja itu mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan pembinaan kewirausahaan yang melibatkan anggota kepramukaan di DIY.
Dimulai tahun 2022, Dinas Koperasi dan UKM (DinkopUKM) DIY telah menyelenggarakannya sebanyak tiga kali.
"Pentingnya mempunyai bisnis sejak dini untuk memberikan ketangguhan dalam diri, tidak diremehkan, dan bisa menjadi bekal," ujarnya dalam sambutan sebelum membuka acara.
Peserta yang mengikuti inkubasi bisnis adalah para penegak dan pandega.
Otomatis usia mereka masih muda namun masuk dalam usia produktif.
Inkubasi bisnis tersebut diharapkan menjadi wadah munculnya pelaku usaha baru yang baik, berkualitas, dan dimulai sejak dini.
"Saya bersama adik-adik saya juga dididik oleh orang tua agar dapat mempunyai usaha, mempunyai pendapatan sendiri sejak kecil,” katanya.
Pihaknya menekankan agar para peserta yang terlibat dalam inkubasi bisnis Saka Wira Usaha dapat memanfaatkan kesempatan tersebut.
Belajar dengan fokus agar mendapatkan ilmu yang lebih luas.
Ketua Majelis Pembimbing Saka Wira Usaha tingkat daerah Srie Nurkyatsiwi menambahkan Saka Wirausaha merupakan gerakan pertama di Indonesia untuk meningkatkan rasio kewirausahan di organisasi kepramukaan.
Ia berharap gerakan tersebut bisa menginspirasi kepramukaan di Indonesia ataupun internasional.
"Meningkatkan performa usaha para anggota Saka Wirausaha," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala DinkopUKM DIY itu juga mengajak agar anggota Saka Wirausaha yang sudah mempunyai usaha segera menaikkan kelas secara bertahap.
Kemudian bagi yang belum mempunyai usaha, masa inkubasi bisnis adalah waktu yang tepat untuk memulainya.
"Anggota yang sudah punya usaha ditingkatkan marketingnya, mulai mengurus legalitas saat akan naik kelas kemudian bisnis plan dan sebagainya," bebernya.
Kemudian ia juga mengajak peserta untuk aktif melakukan diskusi selama masa inkubasi berlangsung.
Hal itu agar permasalahan dan kendala yang dialami bisa tersampaikan dengan baik ke pemateri.
"Ada empat cabang di DIY dengan 50 peserta Saka Wirausaha," tuturnya.
Secara rinci, setiap kabupaten/kota telah mengirimkan pesertanya untuk mengikuti inkubasi bisnis. Namun, terdapat satu kabupaten yang tidak mengirimkan perwakila peserta yakni Kulonprogo.
"Bantul hanya 1 orang, Gunungkidul 19, Kulonprogo masih kosong, Kota Jogja 26 orang dan Sleman 14," jelasnya.
Menurut Siwie, sapaan akrabnya, program tersebut salah satunya bertujuan untuk mengetaskan kemiskinan di wilayah DIY.
Padahal, beberapa wilayah seperti Kulon Progo maupun Gunungkidul termasuk wilayah yang masih terdapat kasus kemiskinan maupun pengangguran.
"Kulonprogo dan Gunungkidul menjadi wilayah yang dituju. Tapi kepesertaannya masih minim. Maka kami akan komunikasikan dengan ketua cabang," ujarnya. (oso)
Editor : Meitika Candra Lantiva